Reksa dan dinginnya

1002 Words

Bara mengayunkan kaki memasuki kediamannya. Ia bersyukur karena ternyata Helena masih memiliki hati dan membiarkannya pulang untuk beristirahat sejenak. Itu pun setelah Bara memberikan sejumlah uang untuk jaga-jaga jika sesuatu terjadi pada Hegar. Jujur saja, tubuhnya terasa remuk, nyeri di sana-sini. Begitu masuk, Bara mendapati televisi di ruang tengah masih menyala. "Bang, kok belum tidur? Udah jam berapa lho ini. Besok kamu sekolah, 'kan?" Reksa menoleh ke sumber suara, tetapi enggan menyahuti. Pemuda itu hanya bergumam tak jelas dengan netra terpusat ladar televisi. "Mama tidur?" "Hm." "Tumben udah tidur? Padahal tahu Papa mau pulang. Biasanya selalu nunggu sampai ketiduran di sofa." Meskipun diucapkan dengan nada bercanda, tetapi entah mengapa ucapan papanya malah membuat Reksa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD