Pagi-pagi Aruna sudah disibukkan menyiapkan sarapan untuk majikan kecilnya serta persiapan berangkat sekolah yang lainnya. Setelah menu sarapan serta bekal makan siang untuk Jingga selesai, Aruna bergegas mendatangi kamar Jingga, untuk membangunkan majikan kecilnya itu. Ketika masuk kamar Jingga mata Aruna dimanjakan oleh pemandangan yang tersaji indah dan menenangkan hatinya yang terkadang diliputi perasaan gundah gulana. Di atas ranjang kecil Jingga terlihat Batara sedang kesulitan menyesuaikan besar tubuhnya dengan ukuran ranjang sambil memeluk putra kesayangannya. Aruna lalu berinisiatif mendekati sisi ranjang tempat Batara berada. Sebelum ia membuka tirai jendela dan membangunkan Jingga. Setelah berada di samping ranjang Aruna membungkuk lalu memberi sebuah kecupan hangat di pipi

