“Tuan Batara memanggil Bu Menik ke ruangannya,” kata Aruna setelah mengantar sarapan untuk Batara di ruang musik pagi itu. “Memanggil saya? Untuk kepentingan apa?” tanya Bu Menik sinis. “Mana saya tahu. Saya cuma diminta memanggil saja,” jawab Aruna santai. “Apa kamu mengatakan sesuatu yang buruk tentang saya pada Tuan Batara? Karena tidak biasanya dia memanggil saya seperti ini.” Aruna mengedikkan kedua bahunya. Ia melanjutkan aktivitas mencuci semua peralatan dapur yang digunakan pagi ini. Sementara itu Bu Menik melepas apronnya dan bergegas menuju ke ruang musik. Sesampainya di depan ruang musik Bu Menik mengetuk sekali pintunya. Setelah mendapat sahutan dari Batara barulah wanita itu memberanikan diri masuk ke ruangan tersebut. “Apa benar Tuan memanggil saya?” tanya Bu Menik

