49. Kecurigaan Semakin Mencuat

1143 Words

Sebelum mengetuk pintu kamar majikannya, Bu Menik menarik napas panjang lalu mengembuskannya secara perlahan. Ia berusaha menenangkan perasaannya dulu. Setelah mendapat izin dari pemilik kamar barulah Bu Menik membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci itu. “Ini ada camilan dan minuman untuk Nyonya,” ujar Bu Menik membawa nampan ke meja. Di sana Nyonya Eliya sedang duduk di sofa dengan santai. “Saya dengar kamu yang menemukan pengasuh itu ke rumah ini?” tanya Nyonya Eliya. “Iya, Nyonya. Saya yang menemukan gadis itu ke rumah ini atas perintah Tuan Batara.” “Perintah Batara? Bagaimana bisa?” Bu Menik lalu menceritakan kembali kejadian beberapa bulan yang lalu saat Jingga hampir tertabrak truk akibat kelalaiannya dalam menjaga anak tuannya itu. “Oh, jadi kami masih terus beru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD