Seusai majikannya makan malam Aruna yang bertugas membereskan sisa-sisa makanan yang ada di atas meja makan. Namun ketika ia menyentuh piring berisi oyster segar tiba-tiba perutnya seperti bergejolak dan terasa panas. Rasa perutnya yang pahit perlahan naik ke kerongkongannya. Hal itu membuatnya mual dan merasa ingin muntah. Aruna berusaha mengenyahkan pikiran itu. Mungkin ada yang salah dengan Oyster tersebut. Pikir Aruna. Dengan gerakan cepat ia meletakkan piring berisi oyster tadi di troli lalu bergegas mendorongnya ke dapur. Sesampainya di dapur Bu Menik mengambil alih troli dan mengatur piring-piring yang ada di troli tersebut ke atas meja dapur. Ia merasa cukup lapar dan ingin segera makan malam, karena terlalu cemas memikirkan perintah Nyonya Eliya. Pada saat piring Oyster diletak

