51. Mulai Diselidiki

1482 Words

Keesokan paginya Nyonya Eliya mendatangi kamar Cantika. Setelah dipersilakan masuk, Nyonya Eliya melangkah ke dalam kamar dengan ekspresi yang sulit dibaca oleh Cantika. Cantika merasa telah berbuat kesalahan tapi tidak tahu kesalahannya apa. Jadi ia pilih diam dan mengikuti saja langkah Nyonya Eliya. Langkah Nyonya Eliya berhenti di ujung ranjang, lalu melempar selembar kertas putih yang merupakan hasil tes kehamilan Aruna di atas ranjang. Ia mengedikkan dagu meminta Cantika meraih kertas tersebut. “Kamu tahu soal itu?” tanya Nyonya Eliya. “Aruna hamil? Setahuku dia belum berkeluarga, Ma?” “Artinya banyak hal yang kamu lewatkan di rumah ini. Apa saja kesibukanmu sampai tidak tahu apa-apa soal pengasuh itu? Bukankah urusan dan masalah semua orang yang bekerja di rumah ini menjadi t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD