21. Kenyataannya

1853 Words

Di tangga menuju kamar majikannya Aruna berpapasan dengan Bu Menik yang baru saja turun dari tangga. “Mau ke mana kamu?” tanya wanita paruh baya itu. “Dipanggil Nyonya Hafsah. Katanya butuh bantuan saya.” “Kamu bilang apa pada Tuan Batara waktu saya pulang kemarin?” “Saya bilang sesuai amanat Bu Menik.” “Aneh, tapi kenapa dia marah-marah seolah saya sudah membuat kesalahan besar.” Raut wajah Bu Menik yang tadinya menunjukkan ingin marah berubah seperti kebingungan. “Kamu nggak bohong, kan?” Aruna mengangguk sungguh-sungguh. “Apa Bu Menik kena marah sama Tuan Batara karena pamitnya bukan pada Tuan melainkan pada Nyonya Hafsah?” ujar Aruna tulus sambil meraih tangan Bu Menik untuk digenggam. Bu Menik segera menarik tangannya dari genggaman tangan Aruna. “Bukan Tuan Batara, tapi Ny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD