Aruna memanfaatkan waktu liburnya setelah gajian untuk mengunjungi Ranti. Sebenarnya dia tidak tega meninggalkan Bu Menik yang sedang terbaring sakit, tapi dia punya kesempatan libur lagi baru setelah gajian bulan berikutnya. Aruna belum bisa berkesempatan mengambil hari libur di luar ketentuan seperti Bu Menik sebelum melewati masa percobaan tiga bulan. Jadi setelah memastikan Bu Menik bisa ditinggal, Aruna memutuskan untuk pergi. Ranti sangat senang melihat kedatangan Aruna. Wanita itu berusaha bangkit dari ranjang untuk memeluk Aruna. Meski Aruna telah melarangnya, tapi ia tetap memaksa. Dan akhirnya Aruna membantunya duduk lalu memberikan pelukan hangat pada orang yang telah banyak berjasa padanya saat awal-awal menginjakkan kaki di ibukota. “Gimana kabarmu, Run?” tanya Ranti sambil

