Mobil Batara masuk pelataran rumahnya sekitar pukul enam petang. Namun dia tidak melihat Aruna menyambutnya di pintu utama. Hanya ada Bu Menik yang menyapanya di ruang tengah. “Kamu sendirian saja? Mana pengasuh muda itu?” tanya Batara tanpa basa basi. “Aruna sedang libur, Tuan.” “Libur? Ada kepentingan mendesak apa sampai libur segala?” “Setiap pekerja di rumah ini baik baru maupun lama apalagi yang full time, mendapatkan jatah libur selama tiga hari dua malam setiap tanggal gajian masing-masing. Apa Tuan lupa soal itu?” “Oh, ya? Ada peraturan seperti itu di rumah ini? Siapa yang membuatnya?” “Tuan Batara sendiri.” Batara tampak kikuk mendengar jawaban Bu Menik yang di luar dugaan itu. Dia berdeham pelan untuk menutupi rasa malunya. “Jadi pengasuh muda itu akan kembali lusa?

