Yang dilakukan oleh Batara sesampainya di rumah hanya berdiam diri di kamar. Dia mencoba mengingat kembali perubahan sikap Aruna beberapa hari terakhir setelah dia memberi cek tunai. Namun karena tidak mendapat keluhan apa pun dari Jingga, Batara menganggap semuanya baik-baik saja. Termasuk ketika mengantar sarapan untuk Batara di ruang biola. Aruna mengalihkan tugas itu pada Bu Menik dengan alasan repot mengerjakan pekerjaan rumah yang lain ataupun harus mengurus keperluan Jingga. Awalnya Batara biasa saja menghadapi sikap Aruna yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Jingga. Ditambah anak laki-laki satu-satunya itu sedang menghadapi ujian percobaan masuk sekolah dasar. Sehingga Aruna harus mendampingi ketika belajar. Tidak hanya sopan, pandai beberes rumah, memasak, merawat anak ke

