32. Belum Memahami Perasaan Sendiri

1369 Words

Aruna segera membuka mata ketika merasakan ada yang menyentuh pipinya dengan lembut. Meskipun gerakannya tidak menyakiti tapi mampu mengejutkan dan membuatnya seketika terjaga. “Batara?” ujar Aruna begitu membuka dan menemukan Batara sedang memandangnya dengan tatapan teduh. “Sepertinya kamu kelelahan sampai bisa tidur dalam keadaan duduk seperti ini,” komentar Batara tanpa memalingkan tatapannya dari Aruna sedikitpun. “Sepertinya begitu,” jawab Aruna seadanya. “Apa Batara dan Jingga sudah selesai?” Batara menggeleng. “Jingga masih di dalam sama Mami. Aku keluar karena mengkhawatirkanmu,” jawabnya jujur. “Nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku baik-baik saja,” jawab Aruna sungkan. “Maafkan kata-kata Mami tadi ya. Aku yakin dia nggak akan berpikiran seperti itu kalau sudah meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD