23. PERNIKAHAN DINI Kemarahan Bapak Penulis:Lusia Sudarti Part 23 "Huu..., jangan beri ampun Buk menantunya. Pisahin aja, mumpung Lita belum hamil," teriak Bu Anjar, kedua tangannya mengepal, raut wajahnya tampak begitu kesal melihat Naryo. Kedua orang tuaku pun bungkam mendengar saran dari tetangga. Bapak yang masih emosi ditemani Pak Rt. Sedang Naryo masih menunduk tanpa berani mengeluarkan kata-kata. Aku masih dipelukan Ibu, yang masih saja menangis. Mungkin kejadian ini memberinya pelajaran yang berharga. "Buk," Panggilku. "Apa Nduk?" jawabnya, beliau mengusap kepalaku. "Aku haus Bu," ucapku lirih nyaris tak terdengar. "Ohh iya Nduk. Pak tolong ambilin minum Pak, Lita haus," titah Ibu. Bapak mengangguk, lalu bangkit. Tiba- tiba Naryo bangun. "Mau kemana kamu," hardik

