16. PERNIKAHAN DINI Bertengkar Penulis:Lusia Sudarti part16 Entahlah... Aku hanya bisa pasrah dan pasrah, karena hanya itu pilihanku! "Berani kamu melawan haah," bentaknya dengan gigi bergemeletukan menahan emosi. Rahangnya mengeras kedua bola matanya berkilat seolah hendak mencabik mangsanya hingga hancur. Aku benar-benar tidak menyangka. Ternyata hatinya tidak sebagus wajahnya. Tiba-tiba aku teringat akan Mas Hendri. Oh ya dimanakah sekarang?" lirihku dalam hati. Maafkan aku Mas, seandainya aku tau bakal seperti ini, aku pasti memilihmu. Sekarang nasi telah menjadi bubur, aku tak kuasa menentang kehendak Ibuku. Aku harus menerima perjodohan ini. Mau tak mau, suka tak suka. Mungkin ini takdir yang harus aku jalani. Tiada hari tanpa air mata. Jika malam menjelang, aku takut ak

