Selisih

2773 Words

“Noir..” Bibilah yang pertama kali bersuara saat Vhyung menunduk menatapnya. Wajahku seperti biasa dingin tak mau tahu. Tak kusangka jika aku akan kembali lagi kemari setelah mendapat berbagai bujuk rayu dari Vhyung. “Kejutan bagi kami. Aku tidak tahu kau akan datang.” Bibi kembali berusaha mengembalikan ekspresinya yang terkejut menjadi lebih natural daripada yang aku ingat. kentara sekali jika dia hanya ingin terlihat baik di depan Vhyung. Aku hanya menyeringai. Sungguh, perempuan ini memang paling ahli dalam berpura-pura dan bermain peran. Aku masih ingat dia adalah orang yang paling tersedu atas kematian ayah. Entah itu tulus atau tidak, aku sudah tidak mau tahu. Semakin aku mengerti semakin aku membenci dia. “Aku dan Vhyung berniat memberimu kejutan. Tapi sepertinya, ekspresi a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD