"Pernikahan Lavender?" Alvian seketika mengerutkan kening merasa tidak mengerti. "Pernikahan Lavender itu apa, Rizky? Saya gak ngerti." "Pernikahan Lavender itu, pernikahan boongan hanya untuk menutupi ketidaknormalan Anda, Pak Bos," jelas Rizky masih di dalam sambungan telpon. "Hah? Maksud kamu, pernikahan saya sama istri saya cuma pura-pura buat nutupin ketidaknormalan saya, begitu?" "Seperti itulah kira-kira, Pak Bos." Alvian seketika mengusap wajahnya kasar dengan kedua mata terpejam. Ia merasa tidak memiliki musuh baik di dalam maupun di luar perusahaan, siapa orang yang tega menyebarkan fitnah kejam tersebut? Apa mungkin ia memiliki musuh dalam selimut? Yuanita yang masih berdiri di samping suaminya hanya bisa mendengarkan dengan seksama percakapan Alvian dengan sang asisten. "P

