Dinda dan Devid yang terbiasa bangun sebelum subuh, tetapi kini tak mendapati Devid turun dari anak tangga. Rasa khawatir menggerogoti benak sebagai seorang ibu, Dinda pun menaiki anak tangga lalu mengetuk pintu kamar anaknya. "Dev ... bangun," ucap Dinda. Masih tak ada jawaban, Dinda pun kembali ke kamarnya. Prabu masih tidur bergelung selimut tebal. "Mas ...," panggil Dinda sambil menepuk bahu suaminya pelan. "Apaan!" ketus Prabu, amarahnya belum pudar. "Devid gak biasanya belum keluar kamar, kamu dobrak pintunya, ya, takut kenapa-kenapa," jelas Dinda memohon. Prabu menyingkirkan selimutnya kasar. "Baru juga jam segini, biasanya, anak zaman sekarang bangun jam enam! Berlagak tak tahu kau ini," marah Prabu. "Anakku beda, dia rajin bangun pagi! Kamu kenapa, sih? Aku udah izinin kam

