29

1090 Words

Bukannya rasa dingin menggigil dirasakan. Namun, beda dengan Acha, ia meneriaki Devid agar melebihi kecepatan motornya, membuat Acha melayang-layang. Halilintar tak nampak, merestui kebahagiaan Acha, walaupun tak lama karena kini Devid telah menghentikan laju motornya tepat di depan gerbang rumahnya. Acha masih berteriak kekanak-kanakan, suara lebatnya hujan menyamarkan teriakannya. Devid mengusap wajahnya kasar, sedangkan Acha masih duduk di jok belakang. "Turun, Changcut!" titah Devid sambil melirik Acha. Acha samar-samar mendengar teriakan Devid. "Apa lo bilang?" tanya Acha tepat di belakang kuping Devid. "Anjing, bisa-bisa gua b***k!" ketus Devid sambil menggosok kupingnya. "Balik! Turun!!" teriak Devid. Entah keberanian dari mana, Acha merangkul Devid dari belakang. Tangannya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD