Bab. 13

1039 Words

Sejak kejadian hari itu sikap Sukma semakin dingin terhadap Yudi. Dia bicara seperlunya saja. Satu tanya, satu jawab, lalu diam. Rumah yang dulu hangat kini terasa dingin mencekam. Yudi pun tak berniat melunakan hati Sukma. Dia sudah terlalu lelah bekerja seharian di pabrik lalu dari sore hingga tengah malam menjadi pengemudi ojek online. Lelah, sangat lelah, tapi hanya itu satu-satunya cara agar bisa melunasi hutang bank. "Sukma, kopiku mana?" Yudi kecewa tidak melihat minuman favoritnya di meja makan. Dia membuka tudung saji, tapi kosong melompong. "Sarapan juga nggak ada, gimana sih?" Sukma mendengar keluhan Yudi, tapi dia acuh tak acuh, malah asyik dengan ponselnya. Kesal melihat reaksi Sukma, Yudi memanggil wanita itu dengan keras. "Sukma, kamu dengar aku tanya apa?" "Dengar,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD