"Siera! Jangan bikin ulang, please!" Mey membanting tas ke sofa. Wanita yang hampir kepala enam tapi masih terlihat muda itu menyusul tas yang dia banting tadi. Dihenyakkannya tubuh di samping benda berlogo elvi tersebut. Satu tangannya memijit kening. Siera acuh tak acuh, dia tetap santai menyeruput lemon tea yang batu dibuatkan pembantunya. Sedangkam di karpet, seorang anak kecil berkucir kuda sedang bermain boneka bersama baby sitter. "Gara-gara ulah kamu yang mencari ribut dengan mantan kamu itu, sekarang media semua meminta klarifikasi. Bukan hanya itu, media online sudah menjadikan kamu sebagai topik utama!" Mey kembali menggaruk rambutnya yang sudah mekar seolah seminggu tidak shampoan. "Ya, udah tinggal kasih klarifikasi. Beres!" Wanita tiga puluh empat tahun mengalihkan pandang

