Bekerjasama Menjebak Airish

1089 Words

"Airish, bisa bicara sebentar?" Dhenis mencekal tangannya ketika dia baru keluar dari mobil. Airish merapikan rambutnya yang tertiup angin karena lalu lalang kendaraan, dia menoleh dan tidak mendapati tiga sahabatnya di sekitar tempat itu, padahal mereka sudah membuat janji. Gadis itu mendesah resah. "Please! Aku janji hanya sebentar saja!" Wajahnya penuh permohonan. Semakin lama dia berusaha melupakan Airish, semakin kerontang hatinya. Dhenis tidak bisa melupakan semua yang dilaluinya bersama gadis itu. Biasanya, setiap hari ada saja yang menghubunginya sekedar mengucapkan i love you, atau pertanyaan remeh lainnya. Namun, semenjak putus dengannya, ponselnya sepi, dalam artian perhatian tulus yang dia dapatkan dulu sudah hilang. Baru Dhenis sadari, jika Airish satu-satunya wanita yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD