Bab 28| Janji Dibalut Luka

1172 Words

Siang itu, Aluna duduk bersila di atas kasur sambil membuka galeri ponselnya. Di layar, terpampang beberapa foto yang tadi pagi baru dikirim Reza—anak-anak panti asuhan tersenyum sambil memegang baju-baju bekasnya. Dress pastel, tas kecil, sepatu flat, bahkan boneka beruang yang dulu pernah ia pakai sebagai properti konten endorse. Senyumnya mengembang, lalu ia berseru dari kamar, “Mas! Aku liat foto-foto anak panti yang kamu bilang kemarin. Lucu-lucu banget mereka, Mas…” Suara Reza terdengar dari ruang tengah. “Iya, itu yang paling aku suka. Waktu aku serahin, mereka langsung rebutan bajumu, lho. Katanya lucu-lucu semua.” Aluna terkekeh kecil. “Boleh aku post gak? Mau bikin konten ‘berbagi dari rumah’ gitu.” Reza masuk ke kamar dengan tangan membawa handuk, masih berkeringat tipis set

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD