Bab 27| Basah

1184 Words

“Aku serius, Kar… aku pengen punya anak dari kamu.” Sekar membeku. Kalimat itu masih menggantung di udara, seakan enggan jatuh ke tanah karena terlalu berat untuk diterima. Reza duduk di lantai dengan santai, memangku Naya yang masih sibuk bermain boneka, seolah tidak baru saja menjatuhkan bom di tengah ruang sempit itu. “Aku udah mikirin ini beberapa waktu,” lanjut Reza sambil mengelus rambut anak itu. “Aku belum punya keturunan, Sekar. Belum punya garis darah yang bisa nerusin namaku.” Sekar mendelik, matanya menyala marah meski tubuhnya gemetar. “Lho… kan kamu masih punya Aluna, Mas!” bentaknya, lebih keras dari yang ia niatkan. “Kenapa nggak minta anak dari dia? Dia istri kamu yang sah!” Reza menoleh perlahan. Tatapannya berubah. Bukan marah, bukan juga kecewa. Tapi tatapan yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD