Bab 14| Sentuhan Berbeda 18+

1293 Words

Desahan pelan terdengar dari balik ranjang berseprai satin putih. Aluna melingkarkan lengannya di leher Reza, menciumi garis rahangnya sambil mendorong tubuhnya agar menindihnya lebih dalam. “Kamu habis-habisan malam ini ya, hm?” gumamnya, napasnya hangat di telinga Reza. Tapi Reza hanya membalas dengan gerakan tergesa. Ciumannya panas, tapi tidak hangat. Tangannya liar menjalar ke seluruh tubuh Aluna, namun tak ada kelembutan seperti biasa. Seolah ia ingin menenggelamkan sesuatu yang menyesakkan dalam dirinya, dan tubuh Aluna hanya dijadikan pelampiasan. Aluna mulai merasa aneh. Ini bukan Reza yang ia kenal. Biasanya Reza memperlakukan tubuhnya seperti benda yang rapuh—disayang, dinikmati perlahan, dengan pujian-pujian manis yang dibisikkan di antara kecupan. Tapi malam ini, Reza bahka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD