Bab 13| Haruskah Aku Lari Lagi?

1063 Words

Matahari belum terlalu tinggi saat suara ayam dari kejauhan membangunkan Sekar. Ia terbangun di samping Naya dan Nara yang masih terlelap, tubuh mereka menggigil halus meski sudah ia selimuti jaket bekasnya satu-satunya. Sekar mengelus kepala mereka pelan, lalu bangkit dengan hati-hati. Ia merapikan rambut seadanya, menyiram wajah dengan air dari ember sisa hujan, lalu mengambil plastik berisi sisa beras dan bumbu dari tadi malam. Hari ini, ia harus keluar lagi. Harus lebih nekat. Setelah memastikan anak-anaknya aman di dalam rumah, Sekar menyusuri jalanan kompleks. Kini siang, semua wajah terlihat jelas. Tapi rintangan justru makin nyata. Di warung pertama, ia ditolak mentah-mentah. “Maaf, udah ada yang bantu bersih-bersih. Lagi pula kami nggak berani asal terima orang, Bu.” Di tempa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD