BAB 7 Masuk Perangkap Daniel
“Tenang Nona, aku akan selalu menyertai mu..!” Ucap Nona Tania pengacara Perusahaan MG.Groups.
“hemm,Fighting....!!!”
“Fighting, Nona Tania...!” Balas Renata.
Saat masuk mereka di sambut Oleh resepsionis Bank itu, Ia seseorang Customer Service Bank, Menarik dengan sambutan Ramah Khas Bank-bank besar di Indonesia.
“Apakah Anda Nona Renata Miller...?” Tanya pegawai Bank ini.
“Benar, Ini Adalah Nona Renata Miller Klien Saya, dan saya adalah juru bicaranya Tania Handoko pengacara MG.Groups.
“Baik, Silahkan Ikuti Saya Pimpinan kami Sedang menunggu di Ruang Rapat....!” Ucap Customer Service itu.
“terima Kasih...!” Ucap Renata.
Mereka datang Sepuluh menit lebih Awal, dari jam yang di Janjikan Begitupun Para petinggi Bank Ini mereka pun demikian.
“selamat datang Nona Renata Silahkan. masuk....!” Ucap Seorang Pria yang berperawakan Tinggi ini, Ia Salah Satu Menejer Di Bank Ini dan Masih Lajang, Ia Bernama “Kevin”.
“Terima Kasih, Apakah Saya telah telat.....?” Tanya Renata.
“Tentu Saja belum Nona, Dengan waktu yang ada kita bisa berbincang sebentar, Tenyata Anda Orang Yang menghargai ketepatan Janji....!”. Ucap Tuan Subrata. Branch Manager nya.
“Tentu, Waktu Sangat berharga bagiku dan Sangat Bernilai....!” Saut R”enata.
“Baik, Silahkan duduk Nona, Anda mau minum Apa..?” Tanya Kevin.
“Apa Saja, Terima Kasih...!”
Sebenarnya mereka telah menyiapkan berbagai minuman dan camilan di sebuah meja Di belakang mereka,ini adalah Self Service.
Semua mata memandang Kevin, yang membuatkan Secangkir teh dan Membawakan Satu piring kecil Camilan.
Jauh di Ruangan Direktur utama Daniiel yang tidak Ingin keberadaan nya Ini di ketahui Orang lain, terlihat tidak senang dengan dengan Tindakan Kevin Ini.
“siapa Pria itu...? Tanya Daniel.
“Ia adalah Salah satu Menejer di bank ini, Ia memiliki 5% saham dan kedatangannya kali ini hanya ingin Memastikan Siapa yang meminjam dalam jumlah Besar di bank ini setelah Pemiliknya Meninggal...!” Ucap Tuan Wong.
“Aku tidak Suka caranya memperlakukan Renata, Selidiki pria itu...!” Ucap Daniel.
Insting Seorang Daniel tidak mungkin Salah Sebab Ia Tau Tatapan Seorang Pria yang Mulai Mengagumi seorang Wanita, Daniel mulai Terancam di wilayahnya Sendiri, Ia Tidak Ingin Ambil Pusing, kalau saja Pria Ini Terlihat maksudnya pada Renata, Habislah Riwayatnya.
Sementara Jauh di Kediaman Tuan Gunawan, pasangan Suami Istri ini terlihat Begitu panik Dengan Semua Saham yang tiba-tiba Turun Merosost Tajam.
Yang paling Cekatan adalah Putra Mereka Jonatan, Ia Pemuda yang berfikiran terbuka dan Cerdas, Jonatan Sudah bisa menebak Pasti Ada Seseorang yang sengaja Melakukan Ini Semua. Di Belakang mereka dengan tujuan tertentu, Ia berfikir tidak Mungkin Renata, ia hanya Seorang Pemula yang Hendak Menunjukan Giginya, tidak Mungkin memiliki Kekuatan Sebesar Ini, lalu siapa..? Benak Jonatan.
Masih dalam lamunannya Sang Ibunda Nyonya Gunawan menyadarkan Putranya Ini, Agar ikut berfikir bersama mereka.
“Jonatan...? Berpikirlah bagaimana caranya agar kita Tidak mendapat kerugian besar...!” Ucap Ibunda Jonatan Nyonya Gunawan.
“Hemm.., Begini Ayah..., Ibu..? Aku Fikir ini permainan seseorang mungkin musuh kalian...?” Ucap Jonatan.
“Apa maksudmu ? Musuh kita tentu Saja Putri David si Renata itu...!” Ucap Nyonya Gunawan.
“Tidak mungkin Aku sudah menyelidikinya, Ia Hanya seorang gadis lukisan Oxford saja tanpa pengalaman apalagi Koneksi...!” Ucap Tuan Gunawan.
“Akupun Berfikir demikian, Sekarang berfikirlah apakah Ayah atau ibu, Memiliki musuh Lain..?” Tanya Jonatan.
“Hemm, berhenti berspekulasi Jonatan pasar sedang Tidak baik saat ini, dan Ini adalah Jawaban Yang benar..!” Ucap Sang Ayah.
Jonatan hanya menghembuskan Nafasnya Saja, Kedua Orang Tuanya Ini Sangat Ambisius dan selalu ingin Keuntungan Banyak Hingga Lupa mencermati Situasi yang Tiba-tiba berubah Seperti ini Tanpa pergolakan Di Dunia.
Harusnya Merek Berfikir pasti Ada kekuatan besar melebihi Pemerintah yang Sanggup melakukan ini..!” Benak Jonatan Gunawan ini.
Kembali pada Ruang Rapat Sebuah Bank, Diana Renata Sedang Duduk Menikamati Tehnya, Waktu menunjukan Jam 10.30 Pas.
Asisten Tuan Subrata Telah Memberikan Instruksi Kepada semua pihak Atas permintaan Direktur Utama Tuan “Viisbartheen" Nona Renata Sendiri Yang harus mempresentasikan Proposal Rencana Bisnis Kedepan Apabila pengajuan Pinjaman ini di setujui sebab ,Pinjaman ini Bernilai 20 milyar rupiah, Satu-satunya Bank Konvensional yang Memberikan Suntikan. sebesar Ini, Dan Ini merupakan Nilai Yang Fantastis bagi Bank Lain, Mungkin mereka Akan langsung bankrut.
Tapi Ini adalah anak perusahaan Daniel, apa yang tidak Mungkin..? Daniel bisa saja langsung menghabisi Renata, jika Ia Mau seperti Pemilik Bank Ini, akan Tetapi Daniel Menginginkan Perusahaan Ini Sekaligus Pemiliknya Yang Membuatnya Penasaran.
Renata telah siap tanpa Alat Bantu atau pun Naskah Ia Hanya Berdiri Di depan papan slide. yang di Bantu Nona Tania Pengacara Nya memproyeksikan seluruh berkas proposal Itu hingga Selesai semua proposal itu.
Daniel Sangat kagum melihat seluruh penjelasan Renata ini, Ia belum mau menunjukan dirinya sebagai Pemilik Bank baru ini.
Tuan Subrata Sangat senang Melihat betapa Cakaonya Renata Menjelaskan Kemajuan Perusahaan Tiga Tahun Kedepan, Ia tidak mengimingi Dengan Simulasi keuntungan yang besar Kenaikan 10-15% setahun Sudah bisa Menutupi Hutang dan bonus tahunan Seluruh Karyawan nya Kenyataan nya Renata Memberikan Note pada Mereka semua.
Bahwa keuntungan inj hanya simulasi terkecil Saja kenyataannya dalam tiga tahun kebelakang mereka mendapatkan keuntungan di antara 25-30% pertahun.
Mendengar Bahwa Renata Adalah Seorang pebisnis yang Sangat Rasional Daniel Sangat Senang, melihat gadis incarannya ini Sangat berbesar hati Bukan Seorang pembual.
Daniel Langsung Mengangkat telepon dan Langsung terhubung langsung ke Meja Tuan Subrata dalam Sidang tersebut.
“Tuan Subrata..? ACC saja....!” Perintah Daniel.
“Baik, Tuan Muda segera Laksanakan..!” Jawab Tuan Subrata menerima perintah langsung Sang pimpinan baru ini, Ia Sangat patuh dan ketakutan pada Daniel Sebab Saat pemilik Bank Lama Ini begitu Allot menjualnya Daniel membunuhnya di depan Tuan Subrata.
Akan tetapi Daniel Main bersih, Ia Tetap Membayar Harga yang Mahal Pada Istri Muda Pemilik Bank ini, sedangkan Kematiannya Di Palsukan Sebagai Serangan Jantung Karena Bank Hendak Bangkrut.
Setekah mendapat Mandat Langsung Dari Daniel, Tuan Subrata langsung Menyampaikan nya pada Renata.
“Nona Renata,Pimpinan Kami dalam telekonferensi telah Mendengar Semua Penjelasan Anda, Maka kami putus untuk Menyetujui Ajuan pinjaman Anda Pada Bank Kami ini, Mari kita buat “perikatan” sebagai bentuk Kerja sama Di antara Bank Kami dengan Perusahaan Anda Nona Renata...!” Ucap Tuan Subrata.
Renata pun Memberikan Salinan perjanjian Dari pengacara nya Begitu pun dengan Bank ini, Maka Kesepakatan Ini Hanya Akan cacat apa bila para pihak tidak mematuhi sesuai Perjanjian atau atas Keinginan Sang pemilik bank.
Meski kata-kata ini di tentang Oleh Nona Tania Tapi Renata tidak punya banyak Waktu Lagi, maka Ia Pun dengan Segera Menyetujuinya, Sebenarnya ini semua tidak penting hanya formalitas,dan Akal-akalan Daniel Saja.