Renata masih Tertidur di dalam kamar Milik Daniel Ini Ia Terbangun dengan Tajamnya sinar Matahari menyinarinya.
Daniel melihat Semua Gerak Geriknya, Wanita Ini sangat mempesona , Siapa dia Daniel Ingin Bertanya Lebih Dan Ingin Mencicipinya.
Tapi, Ia tidak ingin Bertindak Gegabah, Daniel Ingin melihat Siapa Gadis Ini, yang mengenalnya, sebab nama Ini Adalah Nama yang dia Sembunyikan.
Saat menoleh Renata, terkejut Melihat Sosial pria ini, ia Mengedipkan mata lagi, Ternyata Ia Adalah Daniel.
Daniel....Kau Daniel..kan...? Tanya Renata Bercucuran air mata, Melihat Kekasih Lamanya Ini, ia Berjalan Menuju Daniel Dan Memegangi Pipinya, "kau Daniel Kan.? Kenapa Meninggalkan ku sendiri..tanpa Kabar, Kau Tau Aku butuh kau Saat Keadaan seperti ini..!" Ucap Renata.
Mendengar Ini Daniel Mengkabedon nya, kau membutuhkan Ku..? Gadis yang berani, kau tidak Takut dengan Ku..? Kau Tidak Tau Seberapa Bahayanya Mengenalku..?
"Daniel kita telah berpacaran lama saat Kuliah, Tiba-tiba kau menghilang jadi apakah Kau pindah kampus..? Tanya Renata.
"Berpacaran Denganku..? Ha-ha-ha hei Gadis Skenario yang bagus, Karena Kau berkata Mengenalku, kesini Kau..!" Ucap Daniel Yang Mengecupnya Dalam-dalam Melumat Habis Bibir Gadis Ini.
Ia melepas Pagutannya Itu, Renata Tersengal-sengal Ia Hampir kehabisan Nafas di Buat Daniel, Tubuhnya Masih di Pegangin Daniel
"Gadis Ini sangat Manis Rasanya, benak Daniel".
Ia Membanting Renata di Ranjangnya Mengecupnya Kembali dan Merobek Bajunya paksa, Melumat d**a Ranum Itu, Renata Berontak melawan Keras Tindakan Daniel Ini, "Daniel...Kau Bukan Orang Seperti ini, bukan kah Kita Berjanji akan Menikah..? Kenapa Kau Melecehkan Ku..? Hiks..hiks.. Tangisan Renata.
Daniel Masih Berusaha Melepas Pakaian Renata, tiba-tiba dering Ponselnya Berbunyi ternyata itu adalah Kontak dari Orang Kepercayaan nya, Yang Menghubungi Nya Karena Di Markas Terjadi Kekacauan
Daniel Membanting Ponselnya Sebab Ia Harus Menahan Hasratnya, Tidak Jadi Menikmati Tubuh Renata, " Gadisku Tunggulah, aku Masih ada Urusan, Jangan Berani kau Keluar Apartemen Ini...!! Karena Kuncinya ada Padaku., Hahahaha Nanti Malam Kau Akan Jadi Santapan ku...! Ucap Daniel.
Renata Menangis tersedu-sedu melihat perlakuan Daniel Ini, Benarkah Ini pria Yang di Kenalnya..? Mengapa Ia Kasar Sekali ,seharusnya Ini di Lakukan dengan Kasih sayang bukan Pemaksaan.
Setelah Kepergian Daniel, Renata Ingin Keluar Kamar Apartemen Ini, benar Saja ternyata kamar Ini di Kuncinya, Daniel sungguh Menguncinya.
"Daniel.....
Kau gila...buka Pintunya ...!!!!???? Pekik Renata. Yang berteriak Dan Masih di dengar Daniel Saat Hendak Memasuki Lift apartemen nya.
Renata tidak kehilangan akalnya Ia menelfon, petugas Resepsionis untuk meminta di bukakan kamar Griya Tawang ini.
"Maaf hubungan Anda Dengan Tuan Daniel apa nona..?
Renata Berfikir apa yang akan membuat mereka mempercayai ucapannya ini.
"Aku Istrinya, suamiku berangkat lupa Meninggalkan Kunci nya Saat aku tertidur,
"Bisakah Anda sebutkan ciri-ciri Tuan Danile...? Pinta Pwetgas keamanan itu.
"Tuan Daniel Sangat Tinggi dan Tampan..!" Ucap Renata.
"Terima kasih Nyonya Daniel...!" Ucap petugas keamanan itu.
Setelah itu Seorang Petugas Ke amanan dan Menejer Gedung datang membawakan duplikat kunci Griya Tawang itu, Mereka Sangat Menghargai Daniel, Rupanya ini adalah Griya Tawang miliknya Sendiri Satu Gedung Penuh dan Yang lainya adalah Penyewa.
"Nyonya Daniel, ada yang bisa kami bantu lagi...?
" Begini, siapkan Makanan intinya..!" Pinta Renata.
"Apa yang mesti saya siapkan Nyonya Daniel..?
"Hemm,, Begini bisakah Anda Membawakan bahan mentah saja, saya akan Memasak Untuk Suami saya...!" Ucap Renata.
Renata tidak punya cara lagi untuk meyakinkan petugas keamanan ini selain memasak sebentar untuk Daniel sebelum Berangkat.
Tak lama, petugas itu membawakan bahan makanan yang di pesan Renata, ia Memasak Sirloin Kesukaan Daniel, Iga sapi Saus madu, Sate, Spaghetti dan sebotol Wine tahun 1923. Di tatanya cantik diatas meja
Menejer Masih menunggu di Ruang Tamu, Renata Bertingkah laku senormal mungkin, Meminta Beberapa Baju Danile Yang tadi di Tempatnya untuk di laundry kini Menejer yakin Gadis ini adalah Istrinya.
Sebab hanya Istri yang tau sedetail ini kebutuhan Sehari-harinya., maka Setelah Itu Renata Masuk Ke kamar Daniel dan Meminta Menejer Mengantarnya ke Sebuah Pusat perbelanjaan.
Maka. setelah Sampai Di pusat Perbelanjaan Renata Langsung kabur Lewat jalan Lainya yang tidak dapat di kejar Oleh Para Petugas Keamanan itu.
Setelah lama mereka menunggu Renata Tidak Keluar Juga dari Pusat Perbelanjaan maka mereka Menghubungi Daniel, dan Memberitahukan Ini padanya, betapa murkanya Daniel Mendengar Kebodohan anak Buahnya Itu.
Daniel Langsung Pulang ke Apartemen dan Mendapati Aroma harum makanan yang menggiurkan,Menejer Hotel berkata Istri Anda Minta Kami membawakan Bahan Makanan dan Ia Memasak Semua ini untuk Anda Tuan...!"
Daniel Melihat Makanan itu tertata rapih, dan Sangat Menggiurkan dan Ia pun Memakannya, matanya Terbelalak merasakan Makanan itu sangat Lezat.
"Hem .. jadi kau ingin jadi Istriku....? Baik Akan Ku wujudkan...., Paul..Cari tau tentang Calon Istriku itu Aku tidak ingin kabar Mengecewakan, cari Alamat dan kegiatannya....!" Pinta Daniel Pada Anak Buahnya..
Mereka pun Dengan segera melaksanakan Perintah Daniel Ini, sementara Renata dengan Ketakutan menyetop Sebuah taksi dan Langsung Masuk dan Meminta Supir Mengantarnya Ke kediamannya.
"Ya Tuhan ,apakah Ini mimpi Buruk atau apa..?? Aku tidak tau kalau itu Adalah Daniel yang sebenarnya atau bukan, kupikir itu Daniel yang lain Sebab Daniel yang Ku kenal tidak akan Melakukan Ini padaku..?"
Renata segera masuk dan Meminta Pak Sudin membayar Uang Taksinya,Ia Langsung Menuju Kamar mandinya Dan Terisak-isak di sana , Mengingat Kejadian Semalam Saat ia Mulai Mabuk atas Undangan kawannya Itu.
Setelah itu Ia tidak sadar lagi, saat bangun Ia sudah di Griya Tawang milik Daniel Itu.
"Ya Tuhan terima Kasih Kau masih Melindungi ku...!" Ucap Renata.
Ia bertekad tidak Akan lagi mau Menerima Undangan Ke Clubs malam Lagi, ajakan Temanya Itu Sudah Membuatnya hampir Kehilangan Miliknya yang berharga yaitu " Harga diri Kemurniannya" yang Hanya Untuk Suaminya itu.
Pak Sudin Sendiri Curiga Ingin bertanya tapi Ia tidak berani, bertanya Ini Masalah pribadi majikanya.
Pak Sudin Meminta Pelayan Untuk Membawakan Makanan dan Minuman Untuk Nona Renata.
Renata sendiri sedang Memeluk Kedua Kakinya di atas Ranjangnya sambil Menangis tentang Hal Buruk yang hampir Saja mencelakainya.
"Ayah...ibu..tolong Lindungi Aku dari Jerat nya yang berwajah seperti Daniel itu..!" Doa Renata.
Jauh di lubuk hatinya Ia berharap Bertemu Daniel dari Kenangan Masa Lalunya ,Seorang Pemuda Yang ramah baik hati, yang selalu membantunya dalam Setiap Kesulitan
"Daniel ...dimanakah Kau Saat Ini..? Aku merindukan mu..!" Guman Renata.
Ia tidak pernah tau kalau Daniel yang kasar itu adalah Pemuda yang sama hanya saja didikan keras Ayahnya Membuatnya Sangat Kejam.
Membuat Daniel, Sangat keras , Egois, arogan, dan kini Ia seorang Psikopat Besutan Ayah nya yang memang Seorang kriminal dunia Mafia itu, Ia ingin Menyerahkan semua Kekayaan nya pada Putranya Ini, maka itu Ia ingin seorang yang sama kejamnya dengan nya.
Bodohnya Daniel Sendiri tidak tau , kalau ini semua Adalah Hasil Rekayasa Sang Ayah.
Pembaca setia ku nantikan BAB selanjutnya ya,jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya..