Mencari Wanita itu, merupakan hal yang mudah bagi.seorang Daniel yang sangat berbahaya ini.
Matanya melihat sekeliling Ruangan Apartemen miliknya ini, tampak bersih dengan aroma masakan yang kuat di udara keberadaan Seorang Wanita saat ini ,sangat kental di rasakan Daniel, Ekspresi nya langsung berubah saat sadar kembali wanita itu telah meninggalkan nya dengan cara licik.
Daniel telah memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki siapa gadis itu yang semalam tidur di ranjang nya karena mabuk berat, kini Daniel berfikir seandainya semalam gadis itu di bantainya mungkin kini Ia tidak sekedar ini.
"Bitch...!"
Ucap Daniel Sangking Kesalnya Renata telah Melarikan diri, Ia baru saja kelolosan oleh Seorang gadis, biasanya Para PSK bahkan tidak bisa keluar kamar ini dengan mudah, apalagi apartemennya.
Sementara Renata, berusaha Sadar di Kediamannya dengan Sangat Kuat Ia lawan rasa takutnya itu memberanikan diri, untuk bangkit menghapus air matanya Renata bertekad.
"Renata bangkit, ketakutan terbesarku adalah kehilangan perusahaan milik Ayahmu, lupakan mimpi Buruk semalam anggap saja bunga tidur...!" Benak Renata.
Ia bangkit menuju ruang kerja Sang Ayah dan memeriksa Kembali daftar bank yang hendak di ajukan pinjaman suntikan dana oleh sang Ayah, Ia ingat telah berjanji akan Membalikan ke adaan dalam "Sebulan".
"Fokus Renata, Forget thats Bustard...!" Gerutu Renata.
Waktu berlalu hingga malam hari Renata masih mengulas dan berusaha mengirim banyak Email penawaran pinjaman kepada bank-bank besar berharap esok pagi salah satu dari Bank itu Melihat proposal yang di buat Renata tentang penggunaan Dana tersebut Kelak.
Hingga pagi, Pak Sudin membangunkan Nonanya ini yang tertidur dengan kepala di atas meja kerjanya dengan banyak tumpukan kertas di atasnya.
"Nina Renata, bangunlah...!" Ucap Pak Sudin.
Mendengar Suara Pak Sudin Renata bangkit dengan sebelah mata yang masih terpejam itu, Ia kembali Menguap dengan Meregangkan tangannya Ke atas, menggelengkan kepalanya Ke kanan dan Ke kiri sambil mentap Pak Sudin.
"Paman, tolong agar Pelayan membawakan makanan ku ke sini saja pekerjaanku masih banyak..!" Pinta Renata.
"Baik, Nona...!" Saut Pak Sudin.
Lelaki paruh baya itu keluar Ruang kerja Tuannya yang kini di gunakan oleh Putri semata wayangnya itu, sungguh pemandangan yang kontras sama seperti sang Ayah yang sering banyak menghabiskan waktunya di ruang kerja ini hingga Lupa Waktu, sekali lagi Pak Sudin Menoleh, "Tuan, aku yakin Putrimu sangat hebat..!" Benak Pak Sudin. Yang menutup Kembali pintu itu dengan Pelan Ia Buru-buru memerintah Pelayan untuk membawakan sarapan ke ruang kerja Nonanya.
Lain lagi di tempat Daniel anak buahnya telah mengirim sebuah Email sesuai permintaan sang majikan ini.
"Ding, sebuah Email muncul di layar laptop milik Daniel Saat Ia sedang Melakukan Panggilan Interfacenya dengan Ayaj ibunya yang berada di sebuah pulau, pulau itu adalah pulau yang di beli Sang Ayah sebagai tempat peristirahatan dengan Ibundanya, sejatinya Lelaki Kejam dan kasar Seorang yang Romantis pada Sang Istri.
"Baik, Ayah aku ada urusan sebentar.. !" Ucap Daniel mengakhiri panggilan interfacenya hanya untuk membuat laporan tentang kejadian kemarin, yang sudah di kendalikanya.
Kini Daniel membuka Email itu Matanya mengerjap beberapa kali, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya ternyata Gadis Ini Pewaris MG groups, dan kini Ia sedang kesulitan mempertahankan perusahaan itu, perusahaan yang di Incarnya sebab dari sana Ia bisa Mengendalikan banyak sektor Lainya sebagai jaringan koneksinya di Negara ini.
Lalu ia mulai meretas sistem ke amanan Gedung itu, Daniel lelaki yang Cerdas dan sangat antusias saat itu menyangkut Wanita, apalagi wanita itu menolaknya,yang membuatnya jengkel beraninya gadis itu mengaku sebagai Istrinya dan memasak untuknya sehingga ia mengingat rasa masakannya membuatnya ingin mencicipinya lagi, apalagi rasa bibir manisnya itu.
Mengingat itu sudut bibir Daniel terangkat,apalagi sambil melihat sebuah Video di sebuah Ruang Rapat Saat Gadis itu Sangat berapi-api menantang semua Orang yang Daniel Sendiri Jijik melihatnya.
Tapi Ia tersenyum puas, gadis incarannya sangat galak, ketus dan tegas dalam mengambil keputusan.
"Hemm, boleh juga..sekarang mari kita lihat rumahmu manis..?" Ucap Daniel.
Ia kembali meretas Sistem kemananan Rumah Renata setelah mencari di mana kediamannya Sang gadis incarannya ini.
Kini Ia bebas mengarahkan semua CCTV yang ada di Rumah Renata itu sekehendak hati nya Bahkan Renata Sendiri tidak tau kalau sang Ayah memasang kamera pengawas sebanyak ini, Sebab Ayahnya Sangat Berhati-hati Ia Takut tiba-tiba suatu saat ada Penjahat yang ingin menyakiti Keluarganya.
Sedangkan Renata menghabiskan waktunya di luar negri untuk Kuliahnya itu, maka itu Ia tidak tau menahu tentang pengaturan Rumah ini.
Daniel melihat Renata di Ruang Kerjanya dengan Rambut di Sanggul acak-acakan Sehingga nampak Sexy terlihat belum lagi T shirt yang memperlihatkan perut Rampingnya dan Hot Pants yang memperlihatkan jelas lekuk tubuh sang gadis.
Daniel seperti Seorang penguntit yang tidak tau malu, melihat semua gerak -gerik Renata, setengah jam berlalu Ia melihat Semua Tingkah Renata Itu, Hingga akhirnya Daniel penasaran dengan Apa yang di kerja kan nya di depan Laptopnya itu.
Dengan keahlian peretas tingkat dewanya itu, Daniel tau apa yang sedang di Kerjakan oleh Renata yaitu, membuat banyak proposal pinjaman dalam jumlah Uang yang banyak, Daniel kembali dalam kemenangannya Kembali saat melihat ini.
"Hahahahha....
Binggo, now your mine...Renata..!" Ucap Daniel.
Pria ini Langsung menghubungi salah satu Bank yang di Hubungi Renata Dengan Segera Mengakuisisi nya, Lalu meminta Mereka Mengirim Sureal balasan pada MG groups.
Untuk Audit dan meminta Renata Langsung yang mempresentasikan nya nanti,ini adalah keinginan Daniel,entah mengapa Ia Sangat Terobsesi harus memiliki Gaadis ini,yang menurut nya Memang miliknya.
Hari semakin Siang, Renata Hendak mandi sejak semalam hingga siang Hari Ia tidak berhenti mengerjakan banyak penawaran bagi perusahaan lain untuk berinvestasi dan mengajukan banyak pinjaman Bank.
Yang sebenarnya perusahaan ini baik-baik saja, semua.ini hanya permainan "The Gunawan Family" mereka sangat Ingin menguasai Perusahaan ini dengan Mudah dan Murah kalau bisa Gratis merebutnya.
Satu persatu Bajunya di tanggalkan Renata Hingga Hanya Underwearnya saja, ini adalah Kebiasaan Gadis ini sejak kecil, melepas segalanya baru masuk kamar mandi.
Daniel melihat Curva sempurna Renata Ia Masih Ingat Saat Ia melahap p******a Ranum itu, dan Bibir manis nya semalam dan Terhenti Karena Pekerjaan Sialannya itu.
"Oh, shiitt....you mush be mine dear...!"
Damn...!!
Daniel dalam Kekesalan menahan Hasrat nya, saat Melihat Renata Masuk Kamar Mandi Sebab Hanya Kamar Mandilah yang tidak memiliki kamera pengintai nya.
Pria Ini tak Lama menerima Tamu tak lain adalah anak.buahnya Yang membawa Berkas Akuisisi Bank tersebut,dan satu Foto seorang Pria paruh Baya yang tidak bernyawa,yang tak lain adalah pemilik Bank ini yang tidak Ingin di akuisisi Daniel, sedangkan trick Daniel Sangat Rapih ia menghancurkan Sahamnya seolah lelaki tua itu Bunuh diri.
Setelah melihat pekerjaan anak buahnya dengan memuaskan ,Kini Ia Meminta Beberapa Orang Menjaga Ketat Kemanapun Renata Pergi, kini Ia tidak Ingin Gadis itu Melarikan diri lagi, Renata telah di Claimnya sebagai Miliknya yang bahkan Renata sendiri tidak tau apa yang sedang terjadi.
Ok,pembaca setiaku nantikan kelanjutannya..,Ayo berjejak agar Penulis Rajin Update.