8. Retsu (Remaja Kesatuan)

1019 Words
Beberapa murid di kelas Sherina sudah mulai meninggalkan ruangan, bel pertanda pulang sudah terdengar sejak 5 menit yang lalu. "Gilss terakhir kapan gue sekolah? 2020 kan sekarang? 7 tahun? Apa 8 tahun yak?" Gumanan kekesalan Sherina membuat Alda yang juga masih membereskan alat alat tulis terkekeh "Tua banget lu" "Emang! Gila yaa, berasa awet muda gue balik lagi ke masa sekolah" heboh Sherina Lagi, Alda hanya bisa terkekeh dan menggelengkan kepalanya takjub. Masih belum terbiasa melihat Sherina yang biasanya diam saat diajak bicara kini menjadi sangat ceriwis. Yaaa walaupun yang mengisi jiwanya bukan Sherina asli. "Ehh, kata Surya lo anak kolong jugak? Rumah lo dimana? Ayok balik bareng dah" ajak Sherina yang sudah berdiri dari duduknya "Duh gila ya lo? Bokap gue bawahan bokap lo anjir, apa gak geger anak danki balik sama anak anggota biasa kaya gue?" Mendengar perkataan Alda membuat kening Sherina mengkerut "Hah? Apa apa, gimana? Maksudnya lo udah ada caraka yang jemput juga?" Melihat Alda yang sudah mulai berjalan meninggalkan meja mereka, Sherina berjalan menyusul Alda, berusaha menyesuaikan langkah mereka. "Kupret! Aldaa, pelan pelan asyu!" kesal Sherina yang membuat Alda memutarkan bola matanya "Lelet!" Mata Sherina membelak kesal, kemudian berjalan cepat menyusul Alda kemudian menjambak pelan rambut panjang Alda yang tengah di gerai "Kupret!" "Gue itu gak ada caraka carakaan kaya lo, Sherin. Beda. Istilahnya bokap lo itu CEO atau atasan di perusahaan sedangkan bokap gue karyawan biasa" jelas Alda Nafas Sherina masih sedikit terengah engah "Gelo ya lo, jalan cepet banget sih!" Masih kesal Sherina "Ohh paham, dikira gue semua tentara sama aja" lanjutnya lagi masih dengan nafas terengah engah "Ehh nanti malem abis magrib ada kumpulan Retsu" Tubuh Sherina berhenti mendadak karena kaget Alda yang tiba tiba berhenti dan membalikan tubuhnya menghadap ke arah Sherina. "Lo gue kutuk jadi batu yaa Alda! Gue udah tua anjir, kalo jantungan gimana!" "Sensi banget lu kek nenek nenek!" "Haisssh!" Sherina sudah siap kembali menjitak Alda, namun terhenti saat ia tersadar dengan kalimat Alda sebelumnya "Restu apaan? Lo gak ngajak gue nyabu kan Da?" ujar Sherina sembari membelakkan matanya "Tobaatt Daaa, tobaaatt! Kaga nyabu aja belom tentu masuk surgaa lu ontaaa, segala nyabuhh!" Alda yang mendengar ucapan ngaco Sherina, langsung maju membekap mulut Sherina, kemudian menatap anak anak yang berada dilorong dengan tatapan tidak enak. "Wowo lowpows wooo" Saat sudah mulai menjauh, Alda melepaskan bekapannya kemudian menatap Sherina kesal "Jangan mentang mentang tua ya lo, jadi pamer kegoblokan!" Kesal Alda Sumpah demi apapun, Alda tidak tahu jika sifat bos dari Surya semengesalkan ini. Satu sisi Alda senang sih karena Sherina jadi tidak sering dibully lagi, satu sisi Alda kesal karena Sherina kelewat ceriwis berujung asal nyerocos. Seperti ini. "Yaa abis lu Da, istigpar Da gue wadulin lu ke Surya yee" Alda memutarkan kedua bola matanya kesal "Restu dod, restuu. Remaja Kesatuan. Forum remaja di asrama!" "Laah? Emang ada?" "Ada!" "Sejak kapan?" "Sejak dulu Sherinnnn!" "Kok gue baru tau?" "KAN LO BARU HINGGAP DI TUBUH INI SHERIN" "Lah kok hinggap? Emang gue nyamuk!" "Sherin, gue dorong dari lantai 3 yak?" Sherina tersenyum lebar, menatap wajah Alda yang sudah kesal setengah mati kepada Sherina. Menggoda Alda enak ternyata. Mata Sherina menangkap mobil dinas Raden yang dikendarai oleh Dino baru saja masuk kepelantara sekolah, tanpa ba-bi-bu lagi Sherina langsung menarik tangan Alda membuat Alda yang masih kesal tersentak kaget. "Lohhh ngapain lo narik narik gue Sherin?" "Lempar lo dari lantai 3" ngaco Sherina "Kan itu maunya gueee!" "Udah ayok daripada naik angkot, ikut gue sama caraka gue aja" "Oke ayok, lumayan irit ongkos" Sherina memberhentikan langkahnya, membuat Alda ikut memberhentikan langkahnya. Sherina menatap Alda dengan gelengan kepala takjub, tadi dikelas Alda baru saja menolak pulang bareng. Saat dibilang irit ongkos, langsung mau. "Ayok heh malah ngeliatin gue, abis itu mampir McD dulu boleh gak sih? Lo laper gak Sher?" ✨✨✨ "Hah? K--amu mau ikut kumpul Retsu?" tanya Ajeng Sherina mengangguk semangat sembari menyantap makan malam bersama Raden dan Ajeng. Menu makan malam kali ini sebetulnya sangat sederhana, tapi entah mengapa cocok sekali dilidah Sherina. "Kenapa?" Tanya Raden membuat Sherina bingung "Kok kenapa Yah? Yaa aku mau ikut dong, ada temen juga yang ngajakin" jawab Sherina yang masih sibuk dengan makanannya "Temen? Kamu punya temen di asrama?" kali ini Ajeng yang bertanya Masih memilih mengangguk untuk menjawab, ayolaah makanan dihadapannya kini terlalu nikmat untuk dilewatkan. "Ituloh, anaknya Serka siapa yaa aku lupa, nama anaknya Alda" ucap Sherina langsung, malas menanggapi pertanyaan setengah setengah Raden dan Ajeng Mengabaikan, malah sama sekali tidak memperhatikan. Tanpa Sherina sadari, ada raut wajah lega yang terpasang pada pasangan suami istri tersebut. "Ohh iya Ayah, Bunda. Aku mau bareng Alda aja yaa naik motor jangan dianter om Dino" "Emang siapa juga yang mau nyuruh Dino anter kamu? Pede banget" Sherina yang tengah memegang ikan asin menatap Raden dengan mata membelak dan mulut yang terbuka penuh nasi "Ayah mecat om Dino? Kenapa ayaaahhhh?" Histerisan Sherina yang berlebihan membuat Raden membelakkan matanya "Matamu! Yaa orang udah selesai lah jam kerja diaa, ngaco kamu yaa!" Reflek, Sherina meletakan ikan asinnya dipiring, lalu mengelus dadanya lega "Alhamdulillah, masih bisa liat cogan" Kali ini, Raden yang membelakkan matanya kaget. Sedangkan Ajeng? Sudah terkekeh melihat obrolan Raden dan Sherina. ✨✨✨ Mata Sherina menjelajahi gedung terbuka yang sejenis aula namun diberi nama rukan atau kepanjangannya ruangan makan. Entah bagaimana bisa dinamai seperti itu, padahal gedung terbuka tersebut lebih enak dinamai aula. Entahlah, Sherina tidak paham juga bagaimana konsep penamaan ruangan dan gedung gedung di asrama milliter ini. "Ini kita ngapain ke sini deh Da?" Alda yang baru sama mematikan ponselnya, langsung menunjuk kumpulan remaja sebaya mereka dan beberapa ada yang lebih muda bahkan lebih tua serta bedug yang berjejer. "Hah? Apaan sih Alda, gue gak paham" Alda berdecak "Itulohh, kita mau latihan rampak bedug" Kini, mata Sherina sudah membelak sempurna "Hah? Apaan lagi itu Ya Allah!" "Nyantet orang" "Astagfirullah Alda!" ucap Sherina histeris sembari memegang kencang kepala Alda sembari menggerakan kepala Alda, membuat Alda menjerit meminta dilepaskan "Lepasss! Kenapa lagi lo Sherinaaaa" "Istigpar Aldaaa! Kasian lo b**o banget! Rampak bedug kan buat tarian sejenis selamat datang mala dikata santet! Belajar aliran sesat lu!" "KALO LO TAU KENAPA NANYA BAMBANG!!!" ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD