Beberapa saat lalu ada seorang Administrasi Keuangan yang datang ke Mansion, dia membantu menyelesaikan semua hal-hal rumit mengenai Warisan Duke.
Kekayaan keluarga Duke Aleavier sangatlah banyak, mataku hampir keluar saat Administrasi itu membacakan semua harta dan aset dari Duke yang begitu panjang dan memakan waktu.
Aku berpikir Duke dan Duchees sangat menyayangi Cherina, karena semua kekayaan dan aset jatuh kepada Cherina. Sedangkan Lucas, dia hanya mewarisi Gelar Bangsawan Duke dan Mansion ini aja.
Seketika aku menjadi takut, aku membayangkan bagaimana diriku yang tiba-tiba menjadi sangat kaya hanya dalam waktu beberapa bulan.
Sebelumnya aku sudah di buat kaget dengan ruangan pakaian Cherina, yang berisi begitu banyak gaun dan perhiasan.
Aku mulai berpikir apakah hidup di desa dan menjadi guru terlalu sederhana?? Mengingat diriku yang sudah sangat kaya ini, sepertinya berkeliling dunia tidak buruk.
Karena aku masih di bawah umur, maka semua kekayaan dan aset Duke akan di bekukan dulu, hingga aku memasuki usia dewasa atau lebih tepatnya saat aku resmi Denbute.
Dari Administrasi itu aku mengetahui bahwa hubungan keluarga Duke dan Keluarga Kerajaan sangat dekat, itu terlihat dari jaminan keamanan Keuangan yang di berikan oleh Kerajaan.
Jadi dengan kata lain tidak ada yang dapat menyentuh Warisanku.
Setelah kupikir kembali, sepertinya semua ini tidak adil karena semua harta jatuh ke tanganku.
Lalu bagaimana dengan Lucas,?
Dia hanya mendapatkan Mansion ini, bukankah dia membutuhkan uang untuk mengelola Mansion ini juga,
Sepertinya setelah dewasa nanti aku akan memberikan sebagian hartaku kepadanya.
Pengeluaran dan kebutuhan Mansion ini diurus oleh Nyonya Heidi, dan dia cukup terampil dalam mengurusnya.
Aku merasa sangat beruntung memiliki Nyonya Heidi di sisiku, karena dia mengatur dan mengurus semua hal yang tidak bisa kulakukan.
Dia bersikap seperti seorang Pelindung.
Aku mendengar dari Emilie, bahwa Nyonya Heidi telah mengurus Duchess sejak Duchess masih bayi, dan dia menganggap Duchess seperti anaknya sendiri, mungkin itulah alasannya melindungi Cherina.
Begitu pun Duchess yang sangat mempercayai dan menyayangi serta menghormati Nyonya hmHeidi.
Aku begitu terkesan dengan hubungan keduanya yang begitu dekat, bahkan sampai maut memisahkan, Nyonya Heidi tetap setia.
Nyonya Heidi mengingatkanku pada ibu, yang terkadang cukup keras dan terkadang sangat lembut.
Saat aku malas ikut kelas Menyulam maka Nyonya Heidi akan begitu keras, tetapi bila aku sakit dia akan menjadi begitu lembut.
Lucas adalah Duke di masa depan, dan dia sangat serius menjalankan perannya, dia mulai menpelajari tugas-tugas seorang Duke, dan bahkan mengikuti kelas untuk menjadi seorang Duke.
Waktuku dan Lucas untuk bertemu menjadi semakin sedikit, tapi Ini tidak masalah bagiku, bahkan aku sangat senang, karena selama dia mengikuti kelas Duke, aku mempunyai lebih banyak waktu untuk membaca buku Sihir.
Sihir di dunia ini di dapatkan melalui keturunan dan di bawa saat lahir, jadi dengan kata lain, jika ayah atau ibumu seorang Ahli Sihir maka kemungkinan besar kau dapat mewarisi Ilmu Sihir.
Tetapi sayangnya Duke dan Duchess adalah manusia biasa, jadi cmCherina tidak dapat menggunakan sihir, ini membuatku sedikit sedih, tapi aku mengetahui bahwa ada beberapa alat sihir yang dapat di gunakan oleh manusia biasa.
Ini menyenangkan sekali..
Jadi aku mulai mempelajari beberapa kegunaan alat sihir yang bisaku gunakan.
Alat sihir disini sangatlah mahal, tapi itu tidak masalah bagiku.
Karena aku sangat kaya...!!!
***
Hari ini kami semua berkumpul di depan Pintu Utama Mansion Duke, kami memakai pakaian yang sangat rapi, aku memakai Dres dengan bahan kain Tille berwarna biru muda dengan pita satin di bagian belakangnya.
Emilie membantu menata rambut,
Rambutku diikat memjadi dua, di bagian kiri dan kanan, dan berhias pita berwarna biru membuatnya semakin manis.
Nyonya Heidi telah sibuk sejak pagi hari, dia menyuruh seluruh pelayan untuk membersihkan setiap sudut Mansion ini.
Saat ini aku melihat Tiga Puluh Enam orang pelayan sedang berdiri menjadi dua baris, sisi kiri dan kanan, para pelayan pria bahkan menyisir rambut mereka, lalu semua koki di dapur begitu sibuk menyiapkan hidangan.
Tiba-tiba terlihat beberapa Kereta Kuda, berjalan menuju Pintu Utama Mansion, Kereta Kuda yang sangat mewah dan indah berwarna emas dengan ukiran yg begitu rumit di sana-sini dan juga terdapat lambang Singa yang mengaung di bagian depan Kereta.
Melihat kereta kuda itu aku jadi teringat dengan Cinderella.
Apakah Kereta Labu Cinderella semewah Kereta Kuda ini???
Ada banyak Prajurit yang mengikuti Kereta Kuda mewah ini di belakang.
Saat Kereta Kuda sampai di depan Pintu Mansion, turunlah Seorang Ksatria yang membukakan Pintu Kereta Kuda, kami semua langsung membungkuk memberi hormat termasuk, aku dan Lucas.
Terlihat seorang anak laki-laki yang turun dari Kereta Mewah itu, dia memberi aba-aba tanda menerima Hormat kami dan menyuruh kami untuk segera berdiri.
Setelah itu, datanglah seorang pria yang membawa sebuah gulungan surat.
Dia menyerahkannya gulungan itu kepadaku, aku menerima gulungannya, dan sepertinya ini adalah Titah dari Raja.
"Putri, Yang Mulia Kaisar Raja meminta saya untuk memberikan ini kepada anda." Kata pria itu.
Setelah aku membaca isi gulungan tersebut, aku Hanya memasang wajah datar.
Ahhh... sial... satu lagi anak yang harus kuurus di mansion ini....
Anak yang saat ini tengah berada di depan Pintu Mansion Duke adalah Pangeran Arlen, Sang Tokoh Utama Pria.
Di dalam Gulungan surat itu tertulis bahwa Raja ingin Pangeran Arlen menghabiskan masa anak-anaknya dengan teman seusianya.
Pangeran Arlen akan tinggal di Kediaman Duke bersamaku dan Lucas hingga memasuki usia dewasanya.
Aku jadi berpikir..
Apakah Mansion Duke adalah Tempat Penitipan Anak???
*****
Kami mempersilahkan Pangeran Arlen menikmati teh di dalam Mansion, saat ini kami tengah berada di Ruang Tamu Mansion, aku duduk bersama Lucas di sofa dan di hadapan kami, Sang Tokoh Utama Pria yang masih berusia Dua belas tahun.
Hanya kami bertiga dan juga Emilie yang bertugas membuat teh bersama kami, karena semua pelayan sibuk menurunkan koper- koper milik Sang Pangeran yang begitu banyak.
Aku tidak menyangka bahwa Tokoh Utama Pria akan tinggal di tempat ini, karena beberapa hari lalu aku hanya mendapatkan surat dari Istana yang mengatakan bahwa hari ini akan datang seorang Keluarga Kerajaan yang ingin bertamu ke Mansion ini.
Tetapi di surat hanya dikatakan bertamu, bukan untuk tinggal,
tapi bagaimana mungkin dia membawa begitu banyak barang.
Apakah dia akan memindahkan istana kemari ? Ini sangat berlebihan.
"Maaf bila aku, datang tiba-tiba dan membuat kalian terganggu." Pangeran memulai pembicaraan.
"Tidak Pangeran, anda tidak menganggu, kami bahkan senang anda berada di Mansion ini bersama dengan kami." Kataku berbasa-basi.
"Mengenai orangtuamu aku Turut Bersedih." Pangeran berkata dengan wajah yang terlihat tulus.
Emmm... Sepertinya Pangeran kecil adalah anak yanh sopan...