Aku duduk di bawah pohon dengan beralaskan jubah Lucas, dan lucas duduk di sebelahku, sambil melihat ke arah padang rumput, membuatku merasa sangat tenang dan sejuk.
Aku dan Lucas hanya diam menikmati pemandangan ini.
"Kau kesepian?" Tiba-tiba Lucas bertanya.
"Ya.. terkadang aku kesepian, di Mansion ini semua orang terlihat sibuk dan mereka semua orang dewasa, hanya kau dan aku anak kecil di tempat ini," kataku,
membuat alasan yang masuk akal.
"Aku bukan anak kecil" Lucas terlihat tidak senang.
"Lalu kau sebut kau apa? Usiamu baru sepuluh tahun, kau jelas anak kecil!"
Aku membalasnya.
"Sebentar lagi aku akan menjadi besar dan kuat" Lucas.
"Yaa.., saat kau menjadi besar itu membutuhkan waktu yang lama, jadi untuk sekarang nikmatilah waktumu menjadi anak kecil, bersenang-senang dan bermain-mainlah sampai kau puas, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, karena kau telalu banyak berlatih untuk anak seusiamu!" Aku menasehatinya, sepertinya aku kembali lupa dengan usia tubuhku saat ini.
"Mengapa akhir-akhir ini kau sangat banyak bicara? Dan sikapmu tidak seperti biasanya! Apakah kau baik-baik saja?" Lucas.
"Apa maksudmu tidak seperti biasa?" Aku berpura-pura tidak mengerti.
"Entahlah.. tapi kau menjadi sedikit lebih lembut padaku." Lucas menjawab dengan suara kecil, dan wajah sedikit kemerahan.
****
Mansion duke sangat besar, bahkan di lihat dari tempat jauh seperti ini pun, Masion itu terlihat besar dan megah.
Tiba-tiba Lucas meyandarkan kepalanya di pundakku, kurasa dia mulai mengantuk.
"Bersabarlah, aku hanya butuh istirahat sebentar." dia menyandarkan kepalanya di bahuku, sambil menutup kelopak matanya.
Aku dapat mendengar suara hembusan napasnya yang pelan.
Kembali menatap Mansion Duke, menurutku Mansion Duke terlalu besar untuk kutinggali, karena aku pribadi lebih menyukai tempat tinggal yang kecil, sederhana tapi hangat dan nyaman.
Sedangkan Mansion duke terlalu besar, ramai, dingin dan sibuk, ini tidak sesuai dengan seleraku, kupikir akan lebih menyenangkan bila tinggal di rumah kecil di tengah padang rumput seperti ini.
Tiba-tiba aku menemukan sebuah tujuan hidup, sepertinya mulai sekarang aku harus mengumpulkan harta yang banyak.
Aku akan pindah dari tempat ini..
Aku akan mulai mengumpulkan harta dan setelah dewasa, aku akan mencari rumah di desa yang kecil, tenang dan nyaman kemudian pindah dari sini, dan hidup nyaman di desa.
Aku bisa menjadi seorang guru disini..
Seketika aku menjadi bersemangat, karena telah menemukan tujuan hidupku, paling tidak untuk saat ini aku tidak kebingungan lagi, karena aku sudah berdamai dengan keadaan.
Kekayaan Duke sangat banyak, sepertinya tidak akan berpengaruh bila aku membeli sebuah rumah kecil di desa, aku hanya perlu belajar yang giat agar bisa menjadi seorang guru.
Lagi pula gelar Duke sudah pasti akan jatuh ke tangan Lucas, setelah Lucas dewasa dia akan menerima Gelar Duke, dan aku juga sudah dewasa, aku dapat melakukan apapun keinginanku.
Tugas-tugas seorang Duke akan di urus oleh Lucas, aku tidak perlu bertanggung jawab dengan beban yang berat ini.
Setelah memikirkan hal ini aku jadi semakin bersyukur pada Duke yang telah mengangkat Lucas sebagai anaknya.
Mengajar anak-anak di desa kecil terdengar sangat menyenangkan, sepertinya aku harus mulai mencari dimana desa yang tenang dan damai yang dapat kutinggali.
Kupikir aku akan membeli sebuah rumah mungil sederhana dengan taman di luarnya, akan lebih baik jika dekat dengan pegunungan, aku akan menanam banyak sayuran di halaman rumahku, dan mungkin memelihara beberapa ekor ayam.
Memikirkan nya saja membuatku tersenyum.
"Mengapa kau tersenyum," tanya Lucas.
"Kau sudah bangun?" Cherina.
"Kau memikirkan apa, hingga membuatmu tersenyum seperti itu?" Lucas.
"Aku memikirkan tujuan hidupku, Lucas! cepatlah besar..." Cherina.
***
Sudah dua bulan sejak aku terdampar di tempat ini, aku mulai terbiasa dengan ini semua, dan perlahan-lahan aku dan Lucas mulai dekat.
Meskipun terkadang dia mengabaikanku atau memperlakukanku seperti anak kecil, tapi dia sangat peduli kepadaku, aku menghabiskan banyak waktu dengannya.
Setiap pagi Lucas akan pergi ke tempat latihan, sedangkan aku akan menghabiskan pagiku dengan sarapan di balkon kamarku, pemandangan dari atas balkon sangat cantik, aku dapat melihat taman bunga mawar yang indah.
Dan siang hari kami akan menghabiskan waktu untuk makan siang bersama, setelah itu kami akan pergi ke Kelas Musik bersama-sama.
Bila kami tidak ada kelas atau kegiatan, kami akan menghabiskan waktu di Perpustakaan, sebenarnya aku yang selalu mengunjungi perpustakaan, dan Lucas hanya mengikutiku.
Saat ini aku sedang membaca buku anak-anak di Perpustakaan, aku duduk di sofa yang sangat indah yang terbuat dari kain Berudru berwarna biru sedangkan Lucas duduk tepat di depanku.
Kami tidak banyak bicara karena terlalu sibuk dengan buku kami masing-masing, sebenarnya aku ingin melanjutkan membaca buku tentang Sihir di dunia ini, tetapi aku tidak dapat membacanya di depan Lucas.
Karena anak ini sangat peka..!!!
Bila aku melakukan tindakan yang berbeda dia akan langsung bertanya, sangat sulit bagiku untuk menghindari kecurigaanya.
"Apakah menarik?" Lucas.
"Apa,?" Cherina.
"Buku itu," Lucas.
"Ya.. ini cukup menarik, buku ini memiliki gambar yang bagus, aku hanya tertarik pada gambarnya, bagaimana denganmu?" Cherina.
"Aku membaca buku peperangan, anak kecil seperti mu tidak akan mengerti" Lucas.
" Anak s**l ini.. dia benar-benar tidak tahu siapa sebenarnya anak kecil ditempat ini, asal kau tahu! saar kau masih di rahim aku telah berlari..!!!" aku mengutuk didalam hatiku.
"Anak kecil katamu?? Hey..!! kau hanya dua tahun diatasku, usia kita hampir sama, dan apa kau lupa dengan Surat Walimu? Disana Tertulis jika aku adalah Walimu," kataku dengan bangga.
"Kau bukan Walik!!!" Lucas.
"Tentu saja aku Walimu" Cherina.
"Bukan!!!" Lucas.
"Besok aku akan menyuruh Nyonya Heidi untuk menunjukan surat itu padamu lagi!! agar kau selalu ingat bahwa aku adalah WALImu!" Aku menjawab dengan menekankan kata Wali.
Lucas terlihat marah, dan dia tidak menjawabku, dia hanya duduk di sofa melanjutkan membaca buku nya.
Berbicara tentang Surat Wali, sebenarnya aku tidak sengaja menemukannya saat aku pergi mengunjungi Ruangan Nyonya Heidi.
Aku masuk saat Nyonya heidi sedang merapikan semua Berkas-berkas Warisan Duke Aston Aleavier, secara tidak sengaja aku melihat Surat Wali Lucas.
Dan di Berkas itu hanya tertulis bahwa Wali Lucas adalah bangsawan Aleavier, tidak tertulis nama Duke Aston atau pun Duchess Rachel.
Jadi dengan kata lain aku adalah Wali Lucas karena hanya akulah Bangsawan dengan nama Aleavier.
Sangat lucu bagiku, mengingat aku menjadi Wali dari seorang anak yang bahkan usianya lebih tua dariku.
Saat aku memberitahu Lucas, bahwa aku adalah Walinya dia terlihat sangat tidak senang, dia tidak mau mengakuiku yang telah menjadi Walinya.
Aku bahkan menyuruh Nyonya Heidi membawa dan membacakan isi surat itu, agar dia percaya dan mengakui aku sebagai Walinya.
Surat Per-Walian ini benar-benar menjadi s*****a untukku, bila Lucas memperlakukanku seperti anak kecil dan meremehkanku, aku jadi terbiasa mengungkit surat ini, dan itu akan langsung membuat mulutnya terdiam.
Menyenangkan sekali...