Part 18

961 Words

Lily menemani Arthur memeriksa berkas di ruangan kerja lantaran merasa bosan di dalam kamar sendirian. Di sini, ia bisa menatap wajah tampan suaminya yang terlihat serius memeriksa lembaran-lembaran kertas. Bertopang dagu dengan bibir yang mengerucut, ia menatap intens pada pria nan berada tidak jauh darinya. Tidak sadar menilai setiap lekukan wajah dan tubuh suaminya sendiri tanpa berkedip. Suaminya memang selalu terlihat tampan, baik itu waktu bekerja atau pun waktu santai. Dilihat dari sisi mana pun, Arthur memang sangat lah tampan. Ketampanan yang tidak diragukan lagi. Ketampanan yang mampu membuat kaum hawa lupa diri. Arthur yang dipuji oleh matenya sendiri mengulum senyum namun matanya terus tertuju pada berkas. Tangannya terus menari-nari di atas kertas kerjanya meski piki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD