Arthur dan Lily sudah menjadi pusat perhatian semenjak keluar dari mobil. Tak terhitung berapa banyak pasang mata yang terbelalak melihat kehadiran mereka berdua. Arthur setia dengan wajah datar dan dinginnya sementara Lily memeluk lengan Arthur lebih erat karena merasa tidak suka ditatap sedemikian rupa oleh orang-orang. Seolah tahu apa yang dirasakannya, Arthur mengecup keningnya lembut. Memberikan rasa tenang padanya. "Jangan pedulikan mereka, honey. Kau aman bersamaku." Lily mengambil nafas dalam dan menghembuskannya kasar sebelum mengangguk manis. Arthur di buat tersenyum oleh tingkah menggemaskan Lily. Dan yah, itu berhasil membuat para tamu melotot kaget melihat senyuman pemimpin dunia mereka. Sangat jarang sekali bisa melihat senyum Arthur. Ah, jangankan senyum. Melihat keha

