Tubuh mungil Lily segera di tangkap oleh seorang pria sebelum sempat menghantam dinding. Reina menghela nafas lega melihat hal itu sementara Lily tidak berani membuka mata saking ketakutannya. Pria itu menatap Arlene tajam. "Apa kau gila?!" "Aku tidak gila, kak!!" "Apa yang ada di dalam otak bodohmu itu hah?! Apa kau tahu konsekuensi dari menyakiti istri Raja Arthur?! Kau akan dibunuhnya dan Kerajaan ini akan dihancurkannya hingga tidak tersisa sedikit pun." Geram kakak laki-laki Arlene, Damian namanya. Arlene terdiam mendengar penuturan Damian. Yang ada di dalam otaknya tadi hanya lah membunuh Lily. Tidak sampai berpikir ke sana. "Terimakasih telah menolong Lily." Suara lembut nan lemah itu membuat Damian menunduk. Jantungnya berdegup kencang melihat iris abu-abu indah dan wajah t

