"Benar-benar menyebalkan , apa-apaan itu membuatku malu saja." Masih mendumel sambil berjalan.
"Jisoo..dari mana kau , aku dari tadi mencarimu , Aaron juga mencarimu " tanya Emely sambil ngos-ngosan.
"Kau tau Em , Aaron dan Kris membuatku malu . Mereka menarik tanganku dan itu menjadi tontonan siswa lain, mereka benar-benar menyebalkan sekali."sungut Jisoo
Sambil tersenyum jahil " mungkin mereka jatuh hati padamu?hahaha"
"Bagaimana mungkin , kau ngelindur Em, sudahlah ayo pulang lagipula sudah tidak ada kelas".
Tiba-tiba.."heh pelakor " ucap seorang gadis cantik sedang beramarah.
"Siapa yang kau sebut pelakor?" Tanya Emely mulai terpancing amarah.
"Park Jisoo ..kau berani mendekati pacar ku dan menggodanya..itu namanya apa kalau bukan pelakor".
"Tunggu pacar?siapa?aku tidak merasa menggoda siapapun ..oke".
"Kau menggoda Kris bukan , mendekatinya merayunya mencari perhatiannya.Kris itu kekasihku, kau mengerti..!".ucap Karen.
"Lalu apa hubungannya denganku? Oh Dan ya, setauku Kris tidak memiliki kekasih". Balas Jisoo yang mulai jengkel.
Tiba-tiba Karen menerjang menarik rambut Jisoo kuat-kuat. Dan sang pemilik rambut mengaduh kesakitan.
"Jalang lepasin rambut Jisoo, kau benar-benar gila berani menyakiti sahabatku".ucap Emely yang khawatir.
"Lepas , jangan membuatku semakin marah."ancam Jisoo.
Karena ucapannya tak dihiraukan , Jisoo memelintir tangan Karen dengan kuat yang membuat empunya menjerit kesakitan dan jambakan terlepas.
"Sakitttt.."rintih Karen.
Dan tamparan keras terdengar , wajah putih mulus milik Karen juga terkena tamparan Jisoo yang dipenuhi amarah.
Dengan sorot tajam dan berdesis "kau memilih lawan yang salah, jika aku mau aku bisa membuatmu patah tulang dan masuk rumah sakit , mulai sekarang jangan menggangguku . Mengerti ".
Dua pemuda berlari menghampiri Jisoo yang sedang marah . Dengan wajah yang sama-sama panik melihat penampilan sang gadis yang berantakan .
Aaron " Jisoo kenapa begini? Apa yang terjadi " sambil merapikan rambut Jisoo yang berantakan.
Kris " Kau terluka..Jisoo kita ke rumah sakit saja ya " mengusap pipi Jisoo yang sedikit terluka karena ulah Karen.
"Kris..apa kau berkencan dengan dia? Aku disebut pelakor dan mencoba merayu menggoda mendekatimu" Jisoo menatap Kris tanpa ekspresi.
" Jisoo , dengar aku tidak berkencan dengan siapapun ,oke..ya aku sedang mendekati seorang gadis yang sudah lama ku sukai tapi bukan Karen."jawab Kris.
Dengan tatapan tajam dan mengandung amarah Kris tertuju pada Karen yang bingung salah tingkah dan takut.
"Kau berani menyakiti Jisoo, mengatainya dan mengaku berkencan denganku? Dengar baik-baik , jika kau berani bertikah lagi pada Jisoo aku tidak akan membiarkanmu Karen , aku bersumpah ". Ucap Kris menggelegar dengan aura dingin menguar.
Tergagap Karen berucap " Kris aku mencintaimu , tidak bisakah kita berkencan ..kau tau bukan aku sudah lama mendekatimu tapi kau malah bersama jalang itu" sungutnya sembari menunjuk kearah Jisoo.
"Tutup mulutmu sebelum kesabaranku habis, dan kau menjauhlah dariku , aku muak melihatmu".ucap Kris
Mendekati Jisoo , Kris berucap " Maafkan aku , karena aku kau jadi terluka .. Jisoo jangan menjauh dariku ya.."
Menatap Kris dengan tatapan sayu dan tersenyum " aku sudah tidak apa-apa , aku hanya kesal dan marah tiba-tiba diserang seperti itu dan jika aku membalas dia bisa masuk rumah sakit dengan mengenaskan."
Aaron melihat interaksi itu dengan jengkel " ayo kita pulang , kau harus istirahat ".
"Em , kau menginap dirumahku kan "
"Yes , baby aku akan menginap hari ini ". Ucap Emely dengan senyum menggembang.
" Kris, kau mau berkunjung ke rumahku? Tiba-tiba aku ingin bbq " ucap Jisoo.
" Jika boleh aku mau " ucap Kris sangat senang.
Dan Aaron semakin cemburu melihat nya.
'Sangat menyebalkan" ucap Aaron dalam hati.