Di dalam mobil, sesekali Aaron melirik ke arah Jisoo sambil tersenyum kecil. Sadar akan hal itu Jisoo dengan wajah merah bak tomat " kenapa melirik kearahku terus? apa saking cantiknya sampai kamu enggan berpaling?". canda Jisoo.
" malam ini kamu memang sangat cantik , aku suka". balas Aaron sontak membuat Jisoo salah tingkah.
Dan tiba-tiba Aaron meraih tangan Jisoo dan menggenggamnya sambil masih terus fokus mengemudi. Jisoo terkejut dengan detak jantung berpacu seakan berlari ratusan meter. Aaron meminggirkan mobilnya ditepi jalan yang cukup sepi.
" Aaron kenapa berhenti disini?". tanya Jisoo heran.
" ayo berkencan". ucap Aaron tiba-tiba dengan tatapan sendu.
" aku tau kamu juga tertarik padaku kan , sama seperti ak sangat tertarik padamu". lanjut Aaron.
"A...aaron a...aku ..". ucap Jisoo terpotong dan matanya membola karena tiba-tiba ada benda kenyal dan sedikit basah yang menempel pada bibir nya.
" sangat manis , jauh lebih manis dari bayanganku". ucap Aaron dengan senyumnya.
" Aaron ..apa yang kamu lakukan, kenapa tiba-tiba menciumku?". seru Jisoo .
" karena kamu menggodaku lebih dulu". jawab Aaron acuh tanpa merasa bersalah.
" kapan aku menggodamu?". ucap Jisoo sambil memukuli lengan Aaron.
Menangkap kedua tangan Jisoo dan berkata " dengan penampilan seperti ini kamu berhasil menggodaku Jisoo, rasanya tidak rela lelaki lain melihatmu seperti ini, apa sebaiknya kita pulang saja atau ganti gaunmu dengan yang lain. kamu bisa berpenampilan seperti ini hanya didepanku saja". begitu posesif nya Aaron.
" cepat berkemudi yang benar kita sudah telat, dan jangan macam-macam. tidak ada acara ganti pakaian segala". ucap Jisoo tanpa mau dibantah.
Aaron pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Jisoo..cantik sekali malam ini , sepertinya kamu bakal jadi pusat perhatian dipesta ".seru Emy dengan senyum semangat.
Saat hendak melangkag bersama Emy , ada tangan yang menggandengnya dengan erat .
" tetap disampingku , aku tidak mau ada yang mendekatimu. kamu sudah menjadi milikku Jisoo." ucap Aaron dengan tatapan serius.
" sejak kapan aku jadi milikmu, jangan berkata hal aneh".jawab Jisoo heran.
" tentu sejak kita berciuman tadi". ucap Aaron dengan santai , Membuat Emy menutup mulutnya dengan tangannya saking terkejut.
" kalian sudah berciuman , ya Tuhan kalian berkencan?". tanya Emy terkejut.
" tidak" . " iya". jawab Aaron dan Jisoo serempak.
" kami sudah resmi berkencam Em , mungkin sebentar lagi aku akam melamarnya". ucap Aaron dengan santai dan tersenyum sangat manis menatap Jisoo.
"jangan membual ". balas Jisoo mencebik menutupi kegugupannya.
Masuk ke pesta yang cukup meriah , Jisoo dan Aaron menjadi pusat perhatian karena berjalan dengan bergandengan tangan . Dengan fisik yang sama-sama menawan membuat keduanya terlihat sangat serasi.
" Hai Jisoo, kamu sangat cantik malam ini". ucap pria muda yang tak lain adalah Kris yang sejak tadi memperhatikan Jisoo dan Aaron.
" terima kasih atas pujiannya Kris ". balas Jisoo sambil tersenyum.
" jangan berani memuji wanitaku Kris". ucap Aaron dengan sorot tajam.
Mengerutkan alisnya " wanitamu?" tanya Kris.
" Ya , Jisoo adalah wanitaku , kami resmi berkencan dan sebentar lagi aku akan melamarnya". ucap Aaron dengan santainya dan meraih tangan Jisoo lalu mengecupnya lembut.
Terkejut bukan main , dan d**a terasa sesak melihat adegan itu.
" selamat ya Jisoo, aku terlambat selangkah ". ungkap Kris tersenyum dan berlalu.
" kenapa tidak kamu umumkan saja kegilaanmu itu Aaron , kamu menyebalkan". ucap Jisoo.
" kamu memang milikku , sejak awal sampai akhir kamu miliku Jisoo". ucap Aaron sambil memeluk Jisoo.
Jisoo hanya terdiam mendengar ucapan Aaron , tidak dipungkiri berada dipelukan Aaron sangatlah nyaman.
Disudut lain pemuda tampan meratapi nasibnya yang patah hati.
'Aku terlambat memilikimu Jisoo , perasaan ini sungguh menyakitkan . sepertinya aku sudah terlalu jauh padamu.' gumam Kris dalam hati.