8.8

1061 Words
"Memangnya Jisoo kenapa mam , apa sakit?" tanya papa. " Biasalah pa , kayak nggak pernah muda aja " jawab Mama sambil tersenyum geli. Mama Sonya bersenandung menuju ke kamar mandi untuk bebersih. " Tunggu mam , papa kan belum selesai ngomongnya , putri kecil kita pacaran?" tanya papa Hyun penasaran. "Ya mana mama tau pap , kan belum cerita tu anak , selesai mandi mama mau introgasi lagi itu anak kesayangan papa " melanjutkan langkahnya .' putri kecilku cepat sekali besarnya ' batin papa Hyun. " Jisoo , udah siap cerita kan ..ada masalah apa? bener karena laki-laki?" selidik mama Sonya. Jisoo hanya bisa mengangguk pasrah dengan sedikit malu. " Kamu suka sama cowok? teman kampus?" " Iya mam ,Aku juga bingung , entah lah ..aku merasa mau copot jantung kalo sama mereka". Mengernyit," mereka? dua cowok?"tanya mama Sonya antusias. Jisoo hanya mengangguk. " siapa mereka , kenalin ke mama gih , jadi penasaran sama cowok yang bikin putri kecil mama jantungan " sambil tertawa jail. " mam udah dong ah ". muka Jisoo bersemu merah seperti udang rebus saking malunya. "oke oke anak gadis mama , Ayo turun kita makan siang , papa sudah menunggu dibawah ".ajak mama Sonya. " Oke mam , sebentar lagi aku turun" jawab Jisoo. "Jangan lupa kenalkan mama sama dua pemuda tadi oke sayang ".sambil tersenyum mama Sonya beranjak dan menutup pintu kamar. " haaahh " Jisoo menghela nafas panjang dan beranjak ke kamar mandi untuk bebersih diri. Dilantai bawah " Lho ada Aaron rupanya, sudah lama kamu Aaron?" sapa Mama Sonya. Aaron berdiri dan menyalami mama Sonya dengan hikmat. " Saya baru saha datang aunty".jawab Aaron sambil tersenyum. "Aaron , sudah datang rupanya"ucap papa Hyun sambil berjalan dan memeluk Aaron . ya Aaron adalah putra sahabatnya jadi sudah seperti putra nya sendiri. "iya paman " balas Aaron. " kita makan siang bareng ya Aaron , tidak ada penolakan oke." paksa mama Sonya. Yang berjalan menuju meja makan sambil bergandengan dengan Papa Hyun. Melihat keromantisan itu Aaron hanya tersenyum tipis dan membayangkan jika dirinya dan Jisoo bisa seperti itu kelak . " Hari ini aku kan tidak ada acara apapun jadi cuci muka saja sudah cukup". Jisoo bergumam sambil mengikat rambut panjangnya. Turun ke lantai bawah masih memakai piyama bergambar doraemon favoritnya. Sesampainya dimeja makan alangkah terkejutnya melihat sosok pemuda tampan sedang duduk bersama orang tuanya. Aaron menatap Jisoo tak berkedip karena terpesona dengan wajah polos nya selepas bangun tidur, tanpa riasan apapun dan masih memakai piyama bergambar doraemon dan itu terlihat sangat menggemaskan untuk Aaron. Jisoo yang sadar ditatap begutu lekat menjadi salah tingkah dan sangat sangat malu. Tanpa keduanya sadari mama Sonya memperhatikan itu dan tersenyum jahil. " ekhem ekhem , ayo mulai makan , keburu dingin ini makanan." Dengan cekatan dan penuh perhatian mama Sonya mengambilkan makanan untuk papa Hyun. Jisoo dan Aaron melihat itu dengan senyuman kecil dibibir mereka . " Aaron , ayo ikut paman ke ruang kerja " ucap papa Hyun. " Iya paman" Aaron berjalan dibelakan papa Hyun. Jisoo dengan rasa penasaran tinggi ," ma, apa ada masalah?". Sambil tersenyum jahil " kenapa mencemaskan Aaron? takut Aaron dimarahi papamu?" ucap mama Sonya. " Ma , jangan menggodaku teros lah " dengan wajah memerah. Diruang kerja , " apa ada masalah paman?" tanya Aaron . " duduklah , paman hanya ingin mengobrol denganmu , bukankah sudah lama kita tidak mengobrol" ucap papa Hyun tersenyum kecil. " menurutmu bagaimana dengan Jisoo?" tanya papa Hyun. " Jisoo sudah bisa menjaga diri sendiri paman , aku sudah melakukan yang aku bisa" jawab Aaron serius. "ckckck bukan masalah itu , kalau untuk masalah itu paman sudah yakin kamu melakukan dengan baik Aaron , yang paman tanyakan apa kamu tertarik dengan putriku Jisoo" ucap papa Hyun sambil menatap Aaron dengan serius. "i..itu " Aaron gugup menunduk dan tidak sanggup melanjutkan ucapannya. " Jika kamu tertarik dan jatuh cinta pada Jisoo maka kejarlah , paman akan merestuimu , paman percaya padamu bisa menjaga Jisoo dengan baik ". ucap papa Hyun menatap Aaron dalam. Mengerjapkan mata saking terkejutnya " Be..benarkah paman tidak marah karena aku sudah lancang tertarik pada Jisoo?" tanya Aaron. " Tapi jika kamu berani menyakiti putriku , maka bukan Ben tapi paman sendiri yang akan mengurusmu ".ucap papa Hyun serius. " Terima kasih paman sudah memberikan lampu hijau padaku , aku berjanji tidak akan mengecewakan paman." ucap Aaron serius. Disisi lain , Jisoo sangat cemas karena papa Hyun dan Aaron belum juga keluar dari ruang kerjanya. Sedangkan mama Sonya melihat tingkah sang putri hanya bisa tersenyum gemas. Dan yang ditunggu akhirnya muncul. " Aaron kamu baik-baik saja?" tanya Jisoo sambil menatap Aaron dan memeriksa tubuh Aaron dengan cemas. Mendapat perlakuan yang seperti itu membuat Aaron berdebar bercampur bahagia."kkhhhmmm aku baik-baik saja, paman tidak melakukan apapun , jadi jangan khawatir". " Nanti malam aku akan menjemputmu , kamu tidak lupa dengan pestanya bukan?". menatap Jisoo. " Tentu aku ingat , bukankah kak Ben yang akan mengantarku?".Tanya Jisoo. " Berangkat dengan Aaron saja , Ben sangat sibuk sekarang " sela papa Hyun. Malam pun tiba , Jisoo terlihat sangat memukau dengan gaun panjang tanpa lengan dengan warna hitam. Dengan rambut dibiarkan tergerai indah . Aaron mematung melihat pujaan hatinya yang sangat memukau malam ini . " Sangat cantik ". gumam Aaron yang masih bisa didengar Jisoo. Mendengar itu muka Jisoo memerah tersipu malu. ' kenapa dia tampan sekali,aku sepertinya akan kesulitan bernafas jika terus ditatap seperti itu' gumam Jisoo dalam hati. " waaahh ..kalian serasi sekali , Aaron kamu tampan sekali. Jisoo cepat berdiri disamping Aaron , mama mau foto kalian sebentar , jarang sekali kamu berdandan seperti ini kan ". perintah mama Sonya dengan semangat. Jisoo dan Aaron hanya patuh tanpa berani menolaknya. " taraaa..wah kalian berdua sangat serasi, kalian berkencan saja toh sudah serasi begini " ucap mama Sonya yang membuat Jisoo dan Aaron salah tingkah . " Kami berangkat sekarang saja lah , Aaron ayo pergi sekarang " ucap Jisoo sambil menggandeng tangan Aaron tanpa sadar. " Paman aunty kami berangkat " ucap Aaron . "hati-hati dijalan jangan ngebut Aaron" ucap mama Sonya bahagia melihat sang putri dan Aaron. "kkhhmm apa sangat nyaman menggandeng tanganku?" tanya Aaron menggoda Jisoo. Mengerjapkan mata sambil melihat ke arah tangan yang saling bertautan membuat Jisoo sangat malu dan salah tingkah langsung melepaskan tautannya dan dengan cepat masuk ke mobil. Melihat itu Aaron hanya tersenyum senang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD