Jam sudah menunjukkan 10 malam ketika Arissa dan Mario keluar dari ruangan divisi pria itu. Hampir 2 jam mereka habiskan disana untuk membahas apa yang mereka dapatkan dari penyelidikan mereka masing-masing. Ditambah dengan CCTV yang tadi tidak sengaja ditemukan Arissa dan diambil Mario, darisana mereka bisa menemukan beberapa clue penting yang mungkin bisa mereka gunakan menangkap si pembunuh. “Mau makan dulu?” Tanya Mario sambil memasangkan helm di kepala Arissa. Kepala Arissa menggeleng malas karena dia sudah mengantuk. “Nggak deh kak, aku mau langsung pulang aja.” Tapi Mario tampaknya tidak setuju dengannya karena kemudian pria itu menolak jawabannya. “Tidak, sebaiknya kita makan dulu. Bukankah sedari tadi kamu tidak memakan apapun.” Balas Mario dari atas motornya. Bibir Arissa m

