Hari ini, Segara menandatangani banyak berkas-berkas penting. Satu demi satu pekerjaannya selesai, tapi yang akan berdatangan nanti pasti lebih banyak. Karena sejak detik ini—sportwear untuk bermain tenis, golf, sepak bola, dan basket yang sudah dirancang oleh team perusahaannya, akan segera masuk ke dalam proses produksi. Maka sepulangnya Segara dari acara makan siang di BQ Meals, sore itu dia mampir ke rumah untuk mengambil beberapa catatan di kamar pribadinya. Dan tentu saja, kedatangannya disambut dengan heboh oleh Salma dan juga Sedjati. Namun Rinjani datar-datar saja menanggapinya. “Aduh Bang Toyibbb—akhirnya pulang juga,” Salma mencium pipi Segara yang sebetulnya nampak enggan. Orang rumah agaknya tidak bisa melihat aura dari Segara yang saat itu sedang mendung. Entah karena apa la

