Kania merasa hidupnya sial sekali, namun ia tidak bisa berbuat banyak selain menerimanya dengan lapang d**a. Maka pada acara makan siang pertama ini, Kania mencoba bersikap tenang dengan berbaur bersama yang lain. Elegan, tapi penuh canda tawa yang menyegarkan suasana. Kamuflase yang hebat karena sejujurnya, sejak tahu kebenaran itu Kania masih belum siap jika harus semeja begitu cepat dengan Segara. Ya sepersis seperti sekarang. Huft. Namun, di sinilah pada akhirnya Kania berlabuh. Satu meja makan dengan dua orang perancang sportwear, sekretaris perusahaan, Orion, dan juga Segara. Iya, pria itu. Mereka kini sedang menyantap beberapa hidangan daging yang terKania di tempat ini. Barbeque yang bestseller, iga bakar, dan bebek madu sambal gula merah, terhidang di atas meja tersebut. Rasa dar

