Apapun yang terjadi kita akan tetap bersama, dan aku juga berjanji akan merawatmu sepenuh hatiku
#Elena Emerlard#
Seorang wanita menatap nanar pada bayi mungil yang berada di dalam inkubator, setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya,
"Kasian banget sih kamu!" gumamnya
Wanita itu tersentak kaget saat sebuah tangan menyentuh pundaknya, dengam gerakan cepat wanita itu menghapus air matanya,
"Aku cariin dari tadi, ternyata disini." omel seorang pria
"Kenapa?"
"Selatan rewel nih." Wino mengalihkan pandangannya pada bayi laki laki berumur dua bulan yang berada di gendongan suaminya itu,
"Ada perkembangan?" tanya wino sambil mengambil alih Selatan, Sean menggelengkan kepalanya lesu
"Belum." Wanita itu menghela napas lemah,
"Ini udah dua minggu loh, kasian dia!" ucap Wino lirih sambil menunjuk bayi Elena yang berada di dalam inkubator,
Flashback on
Sore itu Wino sedang bermain dengan kedua anaknya di taman belakang rumah,sampai handphone nya berdering, Wino mengangkatnya tanpa melihat siapa orang yang menelponnya
"Halo,"
"Halo,apa benar ini dengan Ibu Winola?" ujar suara diseberang sana, Wino menaikan sebelah alisnya bingung
"Iya saya sendiri, ini siapa?"
"Kami dari pihak Godfrey hospital ingin memberitahukan bahwa Ibu Elena mengalami kecelakaan dan saat ini Keadaanya sedang kritis." Jelas seorang suster di seberang sana, Wino tendiam membisu dan menatap layar hp nya dan benar ada nama Elena terpampang jelas di layarnya,
"Mohon nona untuk segera datang, terima ka_"Wino langsung mematikan hp nya tanpa menunggu kelanjutan dari kalimat suster itu, dan bergegas menuju rumah sakit yang dimaksud
Flashback off
Wanita itu memutuskan untuk kembali ke ruang inap Elena,
"Kamu pulang aja, ajak Sekala pulang juga soalnya besok dia sekolah."Sean mengangguk menurut
"Kamu gak ikut pulang?" tanyanya pada Wino yang terlihat sedih
"Gak, aku sama Selatan disini jaga Elena sama bayinya, sama aku titip baju ganti kalo kamu besok kesini."
"Yaudah aku sama Sekala pulang dulu ya." Wino mengangguk
Setelah Sean dan Sekala pulang, Wino memutuskan untuk masuk ke kamar inap Elena, Wino menatap nanar seorang wanita yang sekarang terbaring lemah tidak berdaya,dadanya berdenyut nyeri saat mengingat semua kejadian yang menimpa sahabatnya itu, Mulai dari hamil diluar nikah, Arkan yang tidak mau tanggung jawab, dihina keluarga b*****h s****n itu, sampai di usir keluarga sendiri, dan sekarang saat bayi yang dia pertahankan dari awal telah lahir keadaannya malah berada dalam pilihan hidup atau mati, bahkan sampai sekarang tidak ada satu pun keluarga yang mau menjenguknya, menjenguk? jangankan menjenguk,saat dihubungi saja mereka langsung memblokir nomor Elena, sampai akhirnya pihak rumah sakit menghubunginya, Wino melangkahkan kakinya mendekati ranjang Elena,
"Ini udah dua minggu Len,"
"Kenapa lo betah banget sih tidur, Lo gak mau lihat anak lo,"ujar Wino pada Elena yang terbaring tak berdaya
"Dia udah lahir, cantik banget persis ibunya!"
"Bangun Len, lo gak mau lihat apa yang lo pertahanin dari awal, kasian dia butuh kehangatan lo, kasih sayang ibunya, bukan kehangatan dari penghangat bayi, dia pasti juga pengen rasain ASI secara langsung, bukan malah dengan bantuan selang makanan." Wino terisak saat mengatakan semuanya, Wino menggenggam tangan Elena, isakannya berhenti saat merasakan pergerakan dari jari Elena, tanpa babibu Wino langsung memanggil dokter,
"Ibu Elena sudah berhasil melewati komanya dan kondisinya sudah stabil hanya tinggal masa pemulihan saja," ucap seorang dokter menjelaskan
"Terima kasih dok,"ucap wanita itu senang
"Sama-sama bu, kalau begitu saya permisi dulu!" Wino hanya mengangguk
"Wino?" panggil Elena lirih,Wino menoleh
"Dimana bayiku?"
"Lo tenang aja, dia selamat kok, sekarang ada di ruang NICU tapi lo tenang aja, gak ada yang serius sama bayi lo, cuma berat badannya kurang waktu lahir jadi harus di rawat di ruang NICU." jelas wino, Elena menghela nafas lega,
"Gue mau ketemu dia." wino terkejut saat melihat Elena akan turun dari ranjang,
"Eh eh lo mau kemana, jahitan lo itu belum kering!" cegah wino
"Gue mau ketemu dia!"
"Besok aja ya Len, lo kan baru aja sadar masih belum sepenuhnya pulih."
"Tapi gue pengen ketemu dia, lo gak kasian sama gue, gue belum pernah gendong dia bahkan lihat wajahnya, pliss anterin gue Win!"mohon Elena dengan wajah memelas, membuat wino terjebak dengan keadaan yang serba Salah,
"Ok ok, gue anterin lo ke sana, lo tunggu sini dulu gue ambil kursi roda." senyum Elena merekah seketika, tidak lama kemudian Wino kembali dengan kursi roda,
Wino membawa Elena ke ruang NICU, Elena menangis saat melihat bayi mungil yang berada di dalam inkubator
"Wino, ini beneran anak gue?"tanya Elena tidak percaya, wanita itu tersenyum menatap bayi cantik yang berada dalam inkubator
"Iya, bayi lo perempuan cantik banget!" Wino ikut tersenyum saat mengatakanya
"Len gue keluar dulu ya, takutnya Selatan rewel,"lanjutnya,Elena hanya mengangguk sebagai jawaban "Iya"
Elena memasukan tangannya ke dalam inkubator dan menyentuh kepala anaknya, di belainya kepala bayinya yang baru berusia dua minggu itu dengan penuh kasih sayang, Elena terisak pelan, tidak menyangka akan secepat ini, tiba-tiba saja perasaan menyesal mulai menggerogoti relung hatinya saat mengingat tentang rencananya yang akan melakukan aborsi yang untungnya tidak jadi ia lakukan
"Padahal rasanya baru kemarin mama hamil kamu, Maaf mama pernah punya pikiran nyingkirin kamu, maafin mana. Mama nyesel," gumamnya
"Selamat datang malaikat Kecil mama!"
Elena menatap lekat-lekat wajah bayinya yang sedang tertidur pilas, sedetik kemudian senyumnya mengembang,
"Utara Emerald."
"Nama kamu Utara Emerald,"ucap Elena pada bayinya
"Selamat datang Utara,"
"Selamat datang di dunia yang fana ini, tapi kamu tidak perlu takut sayang, apapun yang terjadi kita akan tetap bersama dan aku juga berjanji akan merawatmu sepenuh hatiku,"