Hope

612 Words
Tampak seorang pria berlari di sepanjang koridor rumah sakit, beberapa pasang mata menatap aneh pria tersebut, tapi yang di tatap malah cuek bahkan sampai beberapa kali menabrak orang di sekitarnya, Berbagai sumpah serapah yang di lontarkan orang padanya hanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri tidak ada yang menetap di otaknya, sampai pria itu menghentikan langkahnya saat telah sampai di hadapan salah satu kamar VIP yang ada di sana, Ceklek Terlihat seorang wanita cantik yang terbaring lemah di atas brankar, pria itu menghampiri nya menggenggam erat tangan istrinya, "Ini pasti karma!" ucap Arkan, pria itu dengan nada menyesal "Maafin aku Dis!" Arkan terisak pelan "Ini semua bukan salah kamu Arkan," ucap adis sambil membuka matanya perlahan "Kamu udah bangun?" ucap Arkan sambil cepat-cepat mengusap air matanya "Ini semua bukan karma!" "Ini takdir, lagipula kamu melakukannya juga untuk kebaikan mereka kan!" lanjutnya, Arkan menghembuskan nafas lelah "Makasih," ucap Arkan tiba tiba, Adis mengernyiktan matanya "Untuk apa?" "Semuanya!"jawab Arkan menggenggam tangan Adis erat "Aku gak ngelakuin apapun selama ini Arkan," "Kamu yang melakukannya!" ***** "Jadi?" "Jadi apa?" ucap Wino dan Sean secara bersamaan, Elena menghembuskan napas gusar mencoba untuk bersabar "Jadi kalian mau kasih dia nama siapa?" kesal Lena "Ohh." sekali lagi mereka mengatakannya secara bersamaan "Kamu mau kasih nama siapa ma?" "Emm, aku mau kasih nama,,,,,,," "Lintang!"sahut Sean Plakk Elena menggeplak kepala Sean "Anak lo laki goblok." "Masa sih?" ujarnya tidak percaya, Lena hanya diam tak menjawab, "Gimana kalo Selatan?"celetuk Wino "Selatan? Kenapa?" tanya Lena "Apanya yang kenapa, bagus kok." Elena mendesis kesal, Sean benar-benar menguji kesabaranya "Maksud gue kenapa lo kasih nama Selatan?" geram Lena "Ya karna gue suka!" jawab Wino santai. Elena menyerah, berbicara dengan sepasang suami istri absurd didepanya itu bisa menaikan tekanan darahnya "Sean menurut lo gimana?" Lena beralih bertanya pada Sean "Mm, aku juga setuju soalnya awalannya S!" "OH IYA, Sekala dimana?" ujar Wino panik saat tidak melihat anak sulungnya itu "Aku titipin mama, besok pagi mereka kesini kok soalnya ini udah malam,"jelas Sean, "Huuh syukur deh!" Wino menghela napas lega "Win?"panggil Elena "Apa?" "Gue boleh gendong anak lo gak?" "Bol_" "Gak boleh."jawab sean cepat "Gue tanya wino bukan elo," ujar Lena tidak santai "Sama aja, gue kan bapaknya." "Wino yang lahirin," ujar Lena membela kaum wanita "Ga akan ada Selatan tanpa kecebong gue,"sombong Sean "Gak akan ada Selatan juga kalo gak ada sel telur aku kalo kamu lupa pa," jawab wino membela Elena "Lo boleh gendong kok Len," lanjutnya, Elena tersenyum mengejek ke arah Sean sambil merebut selatan dari gendongan Wino,sedangkan Sean hanya bisa menghela nafas pasrah Elena terlalu larut dalam suasana bahagia itu sampai tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikanya dengan tatapan tajam dari balik pintu kaca kamar Wino "Aku bersyukur kamu tidak melakukan hal bodoh itu Len, setidaknya aku masih punya harapan. Untuk saat ini!" ***** Sore ini Elena sedang berjalan jalan menyusuri taman kota, sekarang kandungannya Sudah menginjak Bulan ke sembilan, dokter bilang bagus untuk ibu hamil sering berjalan jalan agar mudah saat proses persalinan nantinya, Elena memutuskan untuk berhenti sejenak dan mengambil tempat duduk kosong yang ada di dekatnya, wanita itu mengelus perutnya yang sudah membesar sambil mengajak bayi yang ada dalam perutnya itu berbicara. Sejauh ini kehidupan barunya masih aman dan tenang walaupun terkadang orang suruhan papanya diam-diam masih mencintainya. Yang penting itu bukan antek-antek Arkan "Sehat terus ya nak, mama udah gak sabar nunggu kamu keluar," gumamnya senang Lena melihat ke sekelilingnya hingga matanya tertuju pada penjual bakso di sebrang jalan taman, Elena membasahi bibir bawahnya, bakso itu terlihat sangat menggoda di matanya, Elena berdiri menghampiri penjual bakso itu, saat sedang menyebrang dia tidak tahu ada mobil dari arah berlawanan yang melaju dengan cepat, sampai Bruak
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD