“Apa Anda Emilio, jika tidak salah, Frank memberitahu jika mengirim Anda kemari!”
Lelaki berkumis tebal, uban di kepalanya mulai mendominasi. Aku menatap tangannya yang terdapat seberkas luka dan tetesan darah. Namun sepertinya dia sadar, dan lekas menyembunyikan sebelah tangannya yang terluka. Aku menatap sosok itu dengan kening berkerut.
“Ah, Sir Hufflepuff, kalian sudah saling bertukar cakap?”
Suara Sam menginterupsi perhatianku tadi, dan waktu beberapa detik itu cukup bagi Huffle untuk menghindari tatapanku tadi. Tidak menjawab pertanyaan mereka tadi, aku lebih dulu memasuki ruangan itu. Yuwen mendatangiku setelah beberapa saat lalu mengambil beberapa gambar dari tubuh mayat itu.
“Bagaimana?”
“Hasilnya sama dengan pembunuhan sebelumnya, ini benar-benar satu kasus yang sama. Tapi jika kita mencurigai Holmes, aku rasa itu tidak bisa. Karena dia tidak kemari setelah kita pergi tadi, aku memasang beberapa kamera pengawas di sekitar sini, dan tidak menemukan tanda-tanda jika Holmes kembali setelah kita pergi tadi pagi!” Bisik Yuwen, “Lagipula, jika ini dia. Tidak mungkin dia bisa melakukannya secepat itu.”
“Ada bekas tali di lehernya, ini juga masih baru. Aku rasa pelakunya membuat alat tambahan untuk membunuh korban!” Huffle memberikan penjelasan ketika dia masuk.
“Apa kalian menyentuh tubuh ini sebelumnya?”
“Tidak, aku sengaja memberikan perintah untuk tidak menyentuhnya sama-sekali.” Jawan Huffle. “Tapi Mr.Emilio. kalian melaporkan pada kami jika ada mayat di atas, tapi kami tidak menemui mayat itu di sana. Apa kalian memang melihatnya tadi pagi?”
“Tidak mungkin kami melaporkannya jika tidak melihatnya, kami tidak sebodoh itu dan tentunya tidak akan repot-repot mau melaporkan pada kalian jika tidak melihat mayat itu. Kami bahkan mengambil beberapa gambar sebelum pergi dari sana!”
“Tidak usah menggunakan nada seperti itu, Mr.Emilio, orang tua ini tidak terbiasa dengan cara berbicara orang kota. Jadi jawaban Anda barusan itu cukup membuat saya tersinggung.”
“Itu tidak penting, saya hanya mempertanyakan pekerjaan para anggotamu ini dan juga Anda. Kasus ini sebelumnya sudah terjadi selama beberapa hari, tapi Anda bahkan tidak tahu jika ada mayat lain selain wanita itu dan masih memberikan kebebasan pada pemilik hotel untuk berlalu lalang dengan bebas. Apa dia memberimu cukup banyak uang untuk masalah yang cukup serius ini?”
“Jangan sembarangan berbicara orang kota, aku tahu kau sering menangani kasus seperti ini. Tapi bisakah Anda menunjukkan rumor yang menunjukkan kehebatan nama Anda itu sekarang?”
Aku terkekeh, “Tanyakan pada diri Anda sendiri, Tuan Shuffle yang terhormat. Kalian bisa mengambil mayatnya pergi, tidak ada yang bisa diperiksa lagi di sini. Mulutnya sama-sekali tidak mengandung racun, dan kecuali satu orang yang kita curigai, siapa lagi yang mungkin menjadi pelaku nya?”
“TIDAK, KALIAN TIDAK BISA MEMBAWA MAYAT INI PERGI. SOMBONG SEKALI ANDA, SEHINGGA TIDAK MENGHORMATI ORANG TUA SEPERTI SAYA?”
Langkahku terhenti saat sebuah tangan mencegatnya, aku menatap ke arah belakang. Wajah merah Huffle cukup membuatku tahu jika dia sepertinya marah dengan ucapanku barusan. Aku menepis tangannya yang sangat lancang menyentuhku. Lelaki tua bangka ini sepertinya memang seperti dengan perkataanku barusan.
“Aku akan ke atas, lakukan apa yang aku perintahkan tadi. Jika tidak, maka semua keputusan akan saya serahkan pada kalian. Suruh dokter terbaik di kota ini untuk melakukan penyelidikan pada mayat ini, jika dia menemukan sesuatu yang mencurigakan, kalian bisa melaporkannya padaku. Tapi jika tidak ada yang aneh, kalian tidak usah berbicara padaku!”
Yuwen dan juga Sam lekas mengikuti ke atas, tidak ada yang berubah kecuali beberapa hal tadi dan juga pintu rahasia yang tadi pagi kami tutup dengan sempurna kini sudah berubah. Aku melihat engsel pintu yang sedikit rusak, sepertinya para petugas itu menghancurkan pintu ini untuk membukanya. Dasar orang-orang bodoh, aku berani bertaruh jika lelaki bernama Huffle itu adalah orang yang menduduki jabatan dengan orang dalam. Atau jika tidak, dia mengeluarkan satu truk uang untuk menyuap para oknum-oknum itu. Sungguh kejadian yang selalu membuatku ingin memutus kepala mereka dan membakarnya untuk menjadi makanan buaya.
“Mayatnya benar-benar menghilang!” seru Yuwen, yang pertama kali tiba di atas atap.
Begitu aku tiba di tangga terakhir, aku mendengar suara-suara asing saat aku menyentuh dinding. Aku mendekat ke arah kursi kosong, tempat mayat sebelumnya kami temui. Tanganku terulur untuk menyentuhnya, tapi aku terkejut ketika kembali mendengar pendengaranku. Mataku terpejam, dan aku duduk di atas kursi mayat itu, masih sedikit lembab karena memang mayat sebelumnya itu masih memiliki daging. Sesuatu menggelitik tanganku, aku melihat belatung yang melompat-lompat di sana. Yuwen lebih dulu mengambilnya dan menatapku.
“Kemana kita akan menaruh mayat ini?”
“Kita bisa membiarkannya di sini, tidak ada yang bisa menemukannya!”
Seorang lelaki berjubah hitam, menolak saat lelaki satunya itu hendak memindahkannya. “Aku yakin Holmes pasti menyewa detektif terkenal. Lelaki sialan itu pasti ketakutan karena kasus yang pertama. Padahal kita menyuap bájingan itu cukup mahal!”
“Dia bahkan ingin kabur, tadi pagi aku tidak sengaja melihatnya menuju ke arah pelabuhan. Aku yakin dia ingin pergi menuju HongKong, dia itu sangat kikir dan tidak bisa memegang rahasia. Dia pasti ingin kabur setelah menyewa detektif itu!”
“Lalu, bagaimana dengan lelaki satunya lagi?”
“Kita bisa membunuhnya, aku melihat dia memasuki kamarnya saat tadi pagi.”
“Tapi kita tidak bisa memakai simpul lagi, mereka pasti akan mencurigainya!”
“Biarkan saja, aku yang akan mengurusnya, kau bisa pergi dan bawa mayat ini. Taruh di gudang, dan setelah aku membunuhnya. Maka kita bisa kembali dan akan pergi menuju pulau Cheung Chau.
“Pulau itu tidak aman, beberapa minggu lalu aku mendengar kabar jika beberapa buronan mafia di sana ditangkap. Aku juga mendengar jika detektif dari Hongkong itulah yang menangkapnya.”
“Diamlah dan segera bawa dia ke ruang bawah tanah. Kita masih punya waktu 24 jam sebelum kabur menuju pulau yang aman. Kita selesaikan dulu di sini, baru kita juga akan mencari Holmes dan membunuhnya. Pria bájingan itu perlu di bunuh, dia ingin menyelamatkan dirinya sendiri!”
Aku membuka mataku saat mendengar semua percakapan itu, Yuwen menatapku dengan tatapan menunggu. “Mayat itu ada di ruang bawah tanah, dan pelakunya ada kaitannya dengan Holmes. Apa yang kita curigai memang benar adanya. Dia juga terlibat dalam kasus pembunuhan ini, dan sepertinya dia beruntung karena kapal sudah berangkat satu jam yang lalu. Mungkin sekarang dia sedang berada di tengah laut dengan kepulan asap rokok yang membuat otaknya tenang.”
“Kita segera ke bawah!”
Beberapa menit kemudian, beberapa petugas mengikuti kami ke ruang bawah tanah. Mayat itu berada di sana, tergeletak begitu saja dan ditutupi oleh tumpuan kaca yang menambah luka-luka di sekitar tubuh mayat yang masih utuh itu. Rupanya pembunuh itu cukup pintar, mereka tahu tumpuan kaca ini bisa berpengaruh pada alat-alat yang akan digunakan oleh dokter untuk melakukan penyelidikan.
“Bawa mereka, tidak ada lagi gunanya untuk menyelidiki mereka. Aku sudah tahu siapa pelaku pembunuhannya, dan telepon kantormu, kirim sebagian dari mereka untuk mencegat pelabuhan…berapa pelabuhan yang ada di sini?”
“Hanya ada 2, satu di seberang dekat dengan pegunungan Hill dan satunya lagi adalah pelabuhan yang ada di pusat kota. Berjarak sekitar 7 kilometer dari sini, pelabuhan di dekat Hill berjarak sekitar 3 kilometer dari markas kami!”
“Bagus, kirim petugas ke sana. Aku akan menuju pelabuhan di dekat pegunungan Hill dan sisanya menuju ke pelabuhan yang lain. Kita kembali kemari jika semuanya mendapatkan pelakunya, mereka akan terlihat normal dan tenang. Membaur dengan siapapun, tapi jangan salah, mereka itu lebih berbahaya dari apapun. Untuk memudahkannya, mereka mengenakan tato serigala di lengan dan juga leher mereka. Mudah mengenali mereka jika kalian memiliki ketelitian!”
“Baik sir, kami akan segera menuju ke sana!”
Aku mengangguk, “pinjamkan kami sebuah mobil yang terbaik yang kalian punya. Kami harus menyusul seseorang lebih dulu, jika tidak, dia mungkin akan meninggal terbunuh!”
“Ini Sir!”
Begitu aku, Yuwen, dan Sam berada di dalam mobil terbaik yang mereka punya. Aku lekas melajukan mobil itu menuju ke arah rumah Conan. Aku berharap jika kami masih sempat untuk datang ke sana dan menyelamatkan lelaki itu. Tidak ada yang berbicara sejak tadi, semuanya hening, bahkan ketika aku hampir menabrak seorang anak kecil yang tiba-tiba muncul di jalanan.
Cit—mobil berhenti tepat di depan pagar rumah Conan, tanpa menunggu siapapun, aku lekas berlari dan “Conan, awas!”
Aku berhenti di tengah rerumputan, perhatianku tertuju ke belakang. Yuwen lebih dulu menyambar peluru yang hampir menembus isi kepala Conan itu. Salah satu kelebihan Yuwen, dia bisa membidik apapun dan sekecil apapun itu. Salah satunya adalah ini, peluru yang hampir menembus Conan terpental entah kemana. Conan yang tadinya sedang sibuk memberikan ternaknya itu makan berdiri dengan wajah pucat.
“Apa kau baik-baik saja?”
Conan mengangguk, “App—apa yang terjadi, t—tadi itu bunyi apa?”
“Intinya kamu masih beruntung karena Yuwen membidik dengan baik, ikut dengan kami segera. Rumah ini sedang tidak aman untuk kau tempati seorang diri!”
“T—tapi ternakku?”
“Ternak itu masih bisa dimakan jika mati karena tertembak, tapi jika kau tertembak kau akan menjadi makanan cacing dan semua mahluk tanah lainnya. Sekarang ikutlah dengan kami!”
Tangan bergetar Conan memegangiku saat berlari dari arah peternakannya, Conan memasuki mobil namun masih dengan wajahh syoknya. Sekarang aku sadar, sebanyak apapun dulu pengalaman kita. Tapi jika sudah dimakan usia, maka semuanya akan berubah. Jika melihat seperti apa wajah Conan saat ini, mungkin aku bisa meragukan pekerjaannya dulu.
Mobil yang sedang aku kemudikan melintasi jalanan yang sedikit lebih mulus. Yuwen sejak tadi berusaha untuk membidik mobil di depan kami. Salah satu dari mereka juga melepaskan pelurunya pada kami. Beruntung ini adalah mobil terbaik yang mereka punya. Aku menambah kecepatan, hingga kami berjarak beberapa meter di belakang mereka. Yuwen sudah berhenti menembak beberapa menit lalu, aku menginjak pedal gas sampai hampir menghabiskan kadar kecepatannya. Terus memijak pedal, “Sekarang, lepaskan, Yuwen!” teriakku
Drum—brak—mobil di depan kami kehilangan kendali, kecepatan yang tinggi dan tabrakan tiba-tiba itu membuat mobil itu terpental menabrak tembok-tembok di sekitar jalanan. Mobil mereka berhenti, aku memarkirkan mobil sembarangan. Dan, sebelum tidur, aku menyempatkan melihat ke belakang.
Wajah Sam dan juga Conan benar-benar sangat pucat, “Apa kalian baik-baik saja?”
“Tidak terlalu baik, aku tidak terbiasa dengan kecepatan ini. Kau benar-benar hampir saja membunuhku, kau butuh diberi pelajaran!”
“Maafkan aku, tapi jika tidak, maka kita akan kehilangan jejak mereka. Mereka adalah pembunuh di rumah Conan, sisanya sedang mengejar Conan yang hampir saja menghilang di pelabuhan. Aku berharap mereka masih sempat untuk membawa lelaki bajingán itu kemari, aku ingin memberinya sedikit pelajaran!”
Aku lekas turun, dan mengambil senjataku. Membidik ke arah mobil itu, tidak ada pergerakan sama-sekali dari mereka. Yuwen yang hampir saja menyentuh mobil yang mengeluarkan asap itu berhenti saat aku menarik tangannya. Dia terjatuh ke lumpur, tapi beruntung tembakan itu tidak mengenainya.
Dor—dor, aku lebih dulu melepas peluruku. Darah terciprat dari kaca, mereka tidak tahu jika peluru ini adalah jenis peluru terbaik. Aku membantu Yuwen untuk berdiri, wajahnya dipenuhi oleh lumpur. Terlihat kesal padaku, tapi aku mengabaikannya. Aku sudah menyelamatkan nyawanya tadi, seharusnya dia berterima kasih padaku.
“Keluar!” seru Sam yang baru saja datang. Wajahnya tidak sepucat tadi, sepertinya dia sudah mengontrol rasa takutnya itu.
Seorang dari mobil itu keluar dengan wajah yang rusak, dan satu lagi masih berada di mobil. Mungkin lelaki tadi itu adalah orang yang aku bunuh. Srakk—aku lebih dulu menembus lehernya dengan pisau kecilku.
Srakk—aku mencabut pisau itu, dan jleb—kembali mėnusukkan pisau itu ke dalam lehernya. Tatapan mata melotot itu membuatku geram, aku kembali mengambil pisau Yuwen dan jleb—ménusukkannya ke dalam matanya. Darah sudah mengotori tanganku, bisa-bisanya dia masih ingin melawan setelah kami mengepungnya. Aku masih merasakan detak jantungnya, dia masih hidup, aku menendang lututnya dan dor—menembak kakinya.
“Arghhh!” Teriaknya kuat saat aku melepaskan tanganku yang menyumpal ke dalam mulutnya. Aku tertawa, lalu menarik rambutnya sekuat tenaga.
“Menyingkir dari sana!” Aku melihat Yuwen yang lekas menyingkir
Aku menarik rambutnya ke arah lumpur, lalu menarik pisau yang tadi aku tusukkan ke dalam matanya. Dia kembali berteriak, semakin dia berteriak, aku semakin tertawa bahagia. Melihat darah yang terciprat semakin banyak. Aku semakin bersemangat dan bruk—menendang kepalanya ke lumpur. Lalu mengambil cairan asam yang ada di sakuku.
“Emilio, tidak perlu sampai seperti ini. Dia bisa mati jika kau melukainya lagi dengan larutan asam pekatmu itu!”
Tanganku yang hampir menumpahkan asam sulfat itu ke dalam lumpur tertahan, lalu menatap Sam. Sejak awal aku sudah sadar, jika Sam memang tidak memiliki ketegasan di dalam dirinya. Profesinya sebagai detektif tidak terlalu sesuai dengan kepribadiannya. Yuwen lebih dulu menahan Sam.
“Apa kau pikir membiarkan hidup bisa mengembalikan nyawa yang sudah menghilang, tidak! Jadi sebaiknya dia diberi pelajaran yang seimpas dengan apa yang dia lakukan sebelumnya?”