Hampir saja aku menebas kepala lelaki di bawahku, sebelum pihak kepolisian lebih dulu datang dan mengamankanku. Aku duduk di dalam mobil, menatap lelaki itu dalam diam. Sam dan juga Conan masih berada di sana, mereka masih membantu para polisi itu untuk mengamankan lelaki itu. Tidak lama, Shuffle datang mendekati mobil kami.“Bisa bicara sebentar dengan Anda, Mr.Emilio? Ada yang ingin disampaikan oleh atasan saya!”
“Katakan saja, tidak usah berbasa-basi, jika aku keluar. Aku pastikan kepala bájingan itu akan aku tebas dari lehernya!” aku membuang permen karet yang sejak tadi aku kunyah untuk meringankan rasa ingin membunuhku, “Lagipula, aku akan segera kembali. Tidak usah berbicara dengan orang bàjingan sepertimu!”
“Sialan, kenapa kau begitu sombong sekali? Aku tahu memang berbakat, tapi ada yang ingin disampaikan oleh atasanku padamu, bájingan. Aku bisa saja membunuhmu jika aku mau!”
Kerah mantel luarku terangkat, Yuwen membulatkan matanya sembari menatap Shuffle. Aku membuka pintu mobil dan bruk—memukulkan pintu mobil itu ke wajah Shuffle yang kurang ajar menyentuhku. Keributan kecil yang aku perbuat memicu perhatian dari beberapa orang lain. Beberapa anak buah Shuffle lekas berlarian ke arah kami dan membantu lelaki itu untuk berdiri. Darah keluar dari keningnya, sesuai dengan perkiraanku sebelumnya. Aku memang menargetkan keningnya untuk aku pukul. Aku senang, ketika melihat darah itu mengotori wajahnya.
“Lepaskan aku, sialan!” Shuffle baru sadar jika keningnya terluka, dia terkejut mendapati tangannya berdarah saat memegangi keningnya. Dia menatapku dengan tatapan tajam, “Dasar bàjingan, rasakan ini!”bruk—tangan Shuffle memukul besi tajam itu, aku menghindar di detik yang tepat.
“Arghhhh, bájingan, tanganku!” teriak Shuffle dengan rasa marah. Dia mengibas-ibas tangannya yang aku pikir itu cukup sakit. Ah, tidak, mungkin itu terlihat menyakitkan karena tangannya juga mengeluarkan darah. Dia hendak memukulku lagi, tapi anak buahnya dan beberapa petugas lainnya lebih dulu menahan Shuffle. Lelaki paruh baya itu berteriak histeris sembari meneriaki namaku.
Dengan tangan yang masuk ke dalam saku, aku membuang ludahku dan membereskan kerahku. Bajuku sedikit berantakan karena sentuhan lelaki sialan itu. Sejak awal, aku sudah tahu jika lelaki itu tidak layak dengan semua ini.
“Bagaimana dengan Holmes, apa kalian menemukannya?”
“Kami sudah berhasil membawanya ke sel, Sir.Emilio. Pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan untuknya!”
“Bunuh saja dia, lelaki itu juga tidak pantas untuk hidup. Dia membunuh manusia yang tidak ada masalahnya dengannya!”
“Tapi sir….”
“Sekali lagi mulutmu itu berbicara, aku akan menghanguskan lidahmu dengan cairan ini. Atau, aku bisa memotongnya dan membiarkan sapi Conan memakannya, kita akan membuat sejarah bagi sapi, dia tidak hanya akan menjadi herbivora, tapi dia akan menjadi karnivora dengan lidahmu itu. Jadi, bagaimana? Apa mulutmu itu masih ingin berbicara?”
“Maaf sir, tidak akan saya ulangi lagi!”
“Masuklah Emilio, aku akan memasak makanan untukmu malam ini!”
Suara Conan mengalihkan perhatianku, aku mengangguk dan lekas memasuki mobil. Namun sebelum aku sempat menutup pintu, seseorang lebih dulu menghentikanku.
“Sir, atasan kami memberikan Anda pesan ini. Dia juga ingin Anda datang ke kantor, jika Anda berkenan.”
Sebuah surat terulur di depanku, sebelum aku mengatakan apa-apa. Sama sudah lebih dulu mengambil suara itu, “Dia akan datang, katakan padanya bahwa dia akan datang jika senggang. Kami pergi dulu, mungkin besok pagi sebelum kami berangkat, kami akan menyempatkan diri untuk bertemu dengannya.”
Sam menatapku dengan sebelah mata berkedip, sosok petugas itu seolah tahu jika aku hendak menolak. Dia lekas mengangguk dan pergi dari depan kami. Aku juga tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, Sam sudah lebih dulu menyetujui undangan itu sebelum aku sempat bertindak. Yuwen membunyikan klakson mobil, membuatku dan juga Sam, lekas memasuki mobil itu.
***
Hidangan di meja membuatku benar-benar merasakan lapar, Conan memasak sangat banyak malam ini. Lelaki paruh baya itu datang dari dapur, dan hidangan terakhir yang dia sajikan adalah dimsum sapi. Sepertinya dia benar-benar memberikan salah satu sapinya untuk hidangan malam ini. Ini benar-benar hidangan yang begitu istimewa. Begitu Conan bergabung, kami lekas memulai acara makan.
Yuwen bertugas untuk bagian memanggang, ini benar-benar acara makan malam yang terasa mewah. Ruang makan Conan benar-benar dipenuhi dengan asap harum itu.
“Lalu, apa kau masih pernah mengajak kencang wanita ke rumah ini, Conan?”
Sam meluncurkan pertanyaan itu, aku terkekeh sembari mengambil daging panggang itu. “Kau juga makanlah, Yuwen. Daging panggangnya sudah habis, kau akan kehabisan jiak terus memanggang!”
“Dasar, kau yang memakan semuanya. Dasar rakus!” kekeh Yuwen yang lekas duduk di sebelah Sam.
“Aku tidak pernah mengencani wanita lagi, Sam. Mereka itu adalah makhluk yang tidak pernah aku mengerti, kecuali mendiang istriku dulu. Jadi, aku memutuskan untuk menikahi sapi-sapiku saja, aku bahagia melihat mereka tumbuh dengan besar dan gemuk!”
“Agar kau punya banyak uang?” sambung Yuwen yang di balas dengan gelak tawa dari Conan, Sam, begitu juga denganku.
“Tidak begitu, Yuwen. Aku memang kehilangan rasa itu sejak kehilangan istriku di depan mataku sendiri. Dia adalah cinta pertama dan juga terakhirku, kau pasti tidak yakin karena memposisikan dirimu sebagai lelaki itu. Kau tahu? Kadang, aku juga memiliki niat itu, keinginan badan juga sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi. Kita semua sudah dewasa, dan pasti tahu apa maksudku. Tapi, bagiku, setelah istriku pergi. Begitu juga dengan keinginan itu, dia menghilang begitu saja. Sudahlah, untuk apa kita membahas hal mengandung bawang ini. Ngomong-ngomong, aku cukup terkejut melihat kemampuan mengalisismu, Lio. Aku dengar apa yang terjadi di rumah Holmes dari Sam, apa kau mempunyai semacam, kau tahu, ilmu atau sihir hitam?”
Tok…tok…tok
Itu bunyi ketukan dari arah pintu, tawa yang tadi sempat pecah di ruang makan terhenti tiba-tiba. Kami saling menatap satu sama lain, dan tidak ada yang bergerak. Begitu juga dengan pertanyaan Conan barusan yang juga ikut menghilang.
Tok…tok…tok
Ketukan itu kembali terdengar, aku mengambil senjata yang aku letakkan di atas meja dan berjalan lebih dulu ke arah pintu. Bilamana nanti sosok itu adalah musuh, aku akan membuat peluruku lebih dulu bersarang di kepalanya. Aku menyentuh pintu, sengaja, untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintu itu.
Klik—aku membuka pintu, setelah tahu siapa yang datang. Dan sesuai dengan apa yang aku dengar beberapa menit lalu, tatapan kami berempat lekas legah setelah melihat siapa yang datang.
“Kau kah itu, Oliver?”
Begitu sambutan dari Sam keluar, kami tidak lagi tertawa sebebas tadi. Aku bisa merasakan aura ketegasan hanya sekali melihat pemimpin dari kepolisian di kota Hill ini. Rambutnya kepirangan, namun di tengahnya seperti padang gurun yang gersang dan tidak ditumbuhi apapun, kumis tipis yang juga kepirangan di sekitar dagunya membuat kesan itu semakin kental. Tubuhnya lebih tinggi dari kami berempat, otot lengannya tercetak jelas, sekalipun dia mengenakan pakaian yang cukup tebak. Hal yang menarik lainnya adalah, tatapan matanya yang begitu berwibawa dan tidak sembarangan menatap. Sekalipun dia tidak menatapku, aku masih merasakan intimidasi yang kuat itu.
“Aku merasa kehadiranku hanya mengekang acara kalian, jika memang begitu. Aku bersedia untuk melewatkan acara ini, tapi aku butuh untuk menyita waktu Anda, Sir.Emilio!”
Tanganku yang sudah berada di depan mulut dan tinggal beberapa gerakan lagi untuk memasukkan dimsum itu terhenti sejenak. Semua mata tertuju padaku, terlebih tatapan dari anak buah Oliver yang terlihat kelaparan. Tanpa ada rasa bersalah, aku lebih dulu memasukkan makanan lezat itu ke dalam mulutku. Ukurannya cukup besar, dan masih panas, jadi aku lebih dulu memutar-mutar makanan ini dengan sesekali mengibas tanganku di depan mulut. Untuk mendinginkannya.
“Maaf, tadi Anda mengatakan apa Sir? Ini waktu makan, jadi aku memanfaatkan waktu itu, dengan baik. Jadi maaf jika tidak fokus mendengar Anda berbicara, tidak ada aturan seperti di militer di rumah ini, bukan?” seruku sembari terkekeh tipis, menerima gelas air putih yang diberikan oleh Yuwen. Hanya Yuwen yang setuju dengan ucapanku barusan, dia tertawa kecil namun lekas menutup begitu menyadari hanya kami yang tertawa.
“Bisa saja Sir Emilio. Tidak ada yang melarangnya, sebuah kehormatan bagi saya bisa bertemu secara langsung dengan Anda. Aku mendengar rumor jika tidak mudah untuk bertemu denganmu, dan itu sudah dibuktikan dengan perlakuan Anda kepada ajakan Shuffle.”
Suasana kembali tenang saat Conan dan Sam kembali makan dengan tenang, aku mengambil daging panggang, mendahului sumpit Oliver yang hendak mengambilnya. Hup—daging itu lekas masuk ke dalam mulutku dan aku mengunyahkan sembari tersenyum. Oliver melebarkan senyumannya, lalu beralih mengambil daging lainnya.
“Ini milikku paman, kau tahu aku suka dengan daging bukan?”
“PAMAN?”Seru Conan dan Sam yang terlihat terkejut, kecuali Yuwen.
Aku terkekeh, lalu menatap wajah Oliver yang terlihat kesal denganku. Dia mengambil sendok dan memukul tanganku dengan sendok yang baru saja dia ambil “Dia memang keponakan angkatku, kami pernah bertemu ketika di Amerika dan berpisah setelah itu. Aku tidak menyangka jika si bocah tengil ini bisa menjadi orang yang sangat disegani oleh banyak orang dan bahkan berani menolak ajakan makan malamku, dia benar-benar selalu kurang ajar sejak dulu. Benar begitu, Xia He?”
“Jangan memanggil nama itu, paman. Aku akan memukul wajahmu jika masih terus membuatku jengkel!”
“Lihatlah, dia bahwa berani untuk memukul wajahku. Baiklah, aku tidak mengatakan apa-apa mengenai namamu itu. Bagaimana kabarmu, Yuwen? Kau terlihat lebih kurus ketimbang terakhir kali aku bertemu dengan kalian. Apa keponakan kurang ajar ku ini tidak memberimu makan dan mengkorupsikan gajimu?”
Yuwen terkekeh sembari kembali santai dan memasukkan potongan daging itu ke dalam mulutnya, “Dia memberiku yang terbaik paman. Hanya saja akhir-akhir ini tugas terlalu banyak, itu membuat kami tidak bisa tidur dengan nyenyak dan mendapat cukup banyak tekanan. Tapi, kenapa Anda tidak memberi kabar jika bertugas di sini?”
“Itu tidak perlu, aku tidak yakin kalian akan menginjakkan kaki di sini. Aku tahu Lio tidak menyukai tempat yang penuh dengan pemerintahan yang tidak jelas. Benar begitu, Lio?”
Aku hana mangut-mangut saja, paman Oliver jelas tahu sifat satuku itu. Sebenarnya, aku juga cukup terkejut melihat paman Oliver malah terdampar di pelosok ini. Aku tidak tahu kesalahan apa yang dia perbuat pada atasannya, sehingga dia ditempatkan di sini.
Paman Oliver adalah seorang kapten kepolisian, dia pernah ditugaskan di Amerika, saat itu, aku dan Yuwen juga ditugaskan di sana. Kasus yang mempertemukan kami, paman begitu baik membantu kami. Aku yang dulu tidak terlalu fasih berbahasa inggris, dan berkat bantuannya, kami bisa dengan mudah menemukan petunjuk untuk membantu mereka tentunya. Hal yang aku suka dari orang tua satu ini, yang pasti dia tidak kikir, dia juga sangat baik pada orang yang dia kenal.
“Aku memberontak, sama seperti Emilio. Aku juga terkejut melihat namamu ada di salah satu petugas detektif yang dikirimkan kemari. Aku tahu kau adalah kebanggaan Duke Frank, dan dia mengirimmu kemari. Tanpa banyak bertanya, aku bahkan sudah menduga jika kau pasti mengumpati atasanmu itu. Benar begitu, Lio?”
“Tidak perlu aku jawab bukan, paman?”
Suara gelak tawa dari Oliver terdengar, aku menaikkan bahuku lalu kembali mengambil cawan di atas meja dan mengisinya dengan sup. Suara seruputanku terdengar memenuhi ruangan, rasanya benar-benar nikmat. Rasanya aku tidak ingin menghabiskan makanan ini dengan cepat. Aku ingin menikmatinya sepanjang malam hingga perutku tidak lagi bisa menerimanya.
“Sama-sekali tidak berubah!” kekeh paman Oliver, “Makanlah, Sam, Conan. Tidak usah terlalu kaku di depanku, anggap aku adalah bagian dari kalian. Tidak perlu segan denganku, kalian juga makanlah. Aku rasa Conan memasak dengan banyak untuk malam ini, bukan?” tanya Oliver pada Conan.
“I—iya, saya memasak lebih untuk malam ini pak. Untuk menampung 3 orang lagi, masih sanggup, kalian bisa mengambilnya di dapur. Atau perlu saya yang mengambilnya?”
Aku menahan tangan paman Conan yang hendak beranjak dari kursinya, dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menggeleng, “Duduklah dengan tenang, Anda lebih tua dan mereka sudah terbiasa dengan kesendirian. Mereka juga harusnya membayar makanan ini, jadi duduklah dan nikmati makananmu!”
Conan tertawa pelan, namun itu tidak seperti tawa. Dia terlihat seperti tidak tega, tapi tatapanku menajam dan membuatnya membiarkan anak buah Oliver yang mengambil makanan mereka sendiri.
“Hahahha, dasar anak muda. Tapi aku juga setuju denganmu, manusia tidak harus di lakukan seperti budàk dan seperti raja. Semuanya sama, dan memiliki kebebasan masing-masing. Kerja bagus untuk kalian hari ini, aku benar-benar memberikan segala pujian untuk kalian. Holmes juga sudah dilakukan interogasi, dia akan dijatuhi hukuman mati seperti yang kau mau. Termasuk pelaku pembunuhan itu!”
“Apa kau berdebat sebelum datang kemari?” tebak Sam
“Kau benar, kau jelas tahu kenapa dan tidak perlu aku jelaskan. Mari kita makan dengan nikmat dan hening, aku ingin menggunakan moment ini sebelum kalian kembali ke Hongkong yang ramai itu!”
“Tapi jika paman menghukum mati mereka, itu sama saja dengan membuat tempat ini menjadi tempat Anda yang paling lama.” Seru Yuwen, sembari mengunyah dimsum itu.
Oliver tertawa, “Tidak apa, aku menyukai rasa dingin ketika terbangun di pagi hari dan menatap ke arah gunung dan melihat matahari terbit. Itu sudah cukup bagiku!”