BAGIAN 20 |BERTEMU HOLMES DAN PEMBUNUHÄN YANG LAIN

2216 Words
Sebelum kembali ke Hongkong, aku memenuhi ajakan paman Oliver untuk menemui Holmes yang saat ini mendekam di penjara. Sebenarnya, aku sama-sekali tidak sudi untuk melihat bájingan seperti itu untuk saat ini. Tapi Oliver bilang, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Holmes saat interogasi dan lelaki itu tidak ingin mengatakan apa-apa mengenai hal itu. Semua korban juga sudah diserahkan ke keluarga mereka masing-masing. Diberi kompensasi yang sesuai, namun kasus ini tidak diungkap ke media. Entah kenapa Oliver melakukan hal itu, tapi yang pastinya aku sudah membantunya untuk menyelesaikan kasus ini. Kami tiba di gedung dengan batu batu yang menjadi ciri khasnya itu. Terbilang unik, karena sangat jarang ditemui bangunan Roma ini di sini. Jika aku perhatikan, hanya gedung ini satu-satunya yang memiliki arsitektur seperti ini. “Sir Emilio? Kemari, Kapten Oliver sudah menunggu Anda sejak beberapa menit yang lalu!” Begitu memasuki ruang utama, beberapa tatapan tertuju padaku dan Yuwen. Rasanya kami seperti tamu undangan, batinku. Sedikit tidak biasa, karena sekalipun kami melakukan tugas-tugas hebat di Hongkong. Semua orang tidak peduli, mereka sibuk dengan urusan mereka pribadi dan cenderung tidak akan menatap. Budaya yang memang berbeda, tapi aku suka hal itu. “Kau terlambat, Emilio. Jangan bilang kalian tertidur sampai matahari terbangun dari peraduannya dan ayam sudah tidak lagi berkokok!” Suara berat dan berwibawa yang khas itu, Oliver menyambut kehadiran kami. Hal itu semakin membuat pendengaranku tajam akan suara-suara bisikan kecil yang dari arah kerumunan itu. “Conan tidak punya ayam, paman!” Seru Yuwen dengan kekehan kecil, “Dia hanya punya sapi-sapinya itu. Dan, seekor anjing yang baru saja dia beli pagi tadi. Katanya untuk membantu pekerjaannya!” Punggung Oliver berhenti, dia menatap kami dengan kekehan di wajahnya “Tidak usah beritahu aku, berpura-puralah jika Conan memiliki ayah, Yuwen.” Perjalanan menuju ruang tahanan itu diselingi dengan kekehan dan canda-tawa yang dilontarkan oleh paman Oliver dan sesekali aku juga ikut di percakapan tidak berguna itu. Aku lebih sering memperhatikan beberapa gambar yang ada di dinding, mengamati bentuk lantai yang juga unik. Tidak terbuat dari keramik, tapi lantai ini terasa begitu berkilau. Aku tidak tahu terbuat dari apa lantai ini, yang pasti, lantai ini pasti mahal dan sangat jarang. Pintu terbuka, jika aku tidak salah menghitung. Kami sudah memasuki 4 pintu sejak tadi, masing-masing pintu memiliki arsitektur yang berbeda-beda. Hingga di pemberhentian terakhir, paman Oliver—mungkin akan lebih baik aku memanggilnya kapten Oliver. Aku tidak suka menghubungkan pekerjaan dengan hubungan kekeluargaan. Aku yakin, kau tahu maksudku. “Holmes ada di ruangan ini, dia sudah menggila semenjak tertangkap. Jangan terlalu terkejut dengan perubahannya!” “Ah, kau datang rupanya, bedebàh?” Itu jelas bukan suara dari Oliver, atau Yuwen yang tidak pernah memanggilku dengan panggilan itu, sekalipun aku tahu semenyebalkan aku memberikan jawaban untuknya. Juga, itu bukan suara dari pengawal Oliver yang berjalan dari arah belakang. Karena suara itu berasal dari atas kami. Benar juga, aku baru melihat ada anak tangga di sebelah pintu di sebelah kanan. Aku melewatkannya. Suara sepatu yang bersentuhan dengan lantai itu membuatku menengadah ke atas, ahhh, aku terkekeh dalam hati. Itu Huffle dengan tangan yang dibalut dengan kain putih, dan wajahnya yang juga di perban. Itu pasti karena perbuatanku semalam. “Senang melihatmu masih hidup saat ini, Mr.Huffle!” “Dasar bedebáh, ak….” “Kau ingin aku mutasi ke pedesaan terpencil itu, Shuffle? Kau jelas tidak bekerja dalam hal ini, jadi berterima kasihlah pada ponakanku yang telah membantu kita. Dasar tidak berguna, seharusnya kau juga terbunuh dalam misi ini. Agar uang negara ini tidak habis untuk memberimu makan!” “Po—ponakan?”  seru Shuffle Aku ingin sekali meludahi wajah itu saat ini, apa mungkin jika dia tidak aku adalah ponakan Oliver dia akan terus mengataiku bedebàh? “Tidak usah memasang wajah sialanmu itu, Shuffle. Aku ingin membeda otakmu jika kau memasang wajah itu!”seruku, menatap Shuffle yang masih dengan wajah terkejutnya. Kali ini dia tidak mengeluarkan umpatannya itu. Oliver membawa kami masuk, dan tatapanku tertuju pada si ulet yang sedang meringkuk di sebelah pintu jeruji besi. Tatapannya melotot saat melihatku dan juga Yuwen. “K—kau yang memberitahu mereka? Ka—kau sialan, aku akan membunuhmu sialan. Aku akan membunuhmu, AKU AKAN MEMBUNUHMU!” teriak Holmes seperti orang kesurupan. “Dia terus berteriak seperti itu, kadang juga dia berteriak mengenai uangnya. Dia memang sudah gila!” ujar penjaga tahanan yang baru saja menyuntik Holmes dengan cairan penenang itu. Aku berjalan mendekat, ruangan ini tidak begitu luas, hanya memuat satu tahanan saja. “Apa kau bisa membuka pintu ini untukku, sir? Aku butuh berbicara dengannya!” Penjaga tahanan itu menatap ke arah belakangku, tanpa aku berbalik, aku tahu jika Oliver pasti mengangguk. Penjaga itu lekas membuka pintu besi itu.  Holmes yang tidak punya kekuatan, masih berusaha untuk kabur. Namun aku lebih dulu menahannya, dan pintu besi itu tertutup dari luar. Holmes memukul pintu besi itu dengan marah, asap dari corongku mengepul dan mengenai wajahnya. Aku sengaja, agar dia sadar jika aku sedang berada bersamanya. “Lio, ini pisau yang kau inginkan!” Pisau kesayanganku akhirnya sudah bersih, “Apa paman sudah mematikan semua CCTV-nya?” aku bertanya pada Oliver, “Atau apa paman ingin membuat apa yang aku lakukan ini menjadi publik?” “Sudah aku matikan, kau bisa menyuruh Yuwen untuk memeriksanya!” Tanpa aku perintah, Yuwen lekas berjalan ke arah monitor dan memeriksa CCTV. Kode dari tangannya membuatku kembali menatap Holmes yang terlihat ketakutan saat aku berjalan mendekat. Apa wajahku semengerikan itu? Auhhh, aku jadi merasa sedikit bersemangat untuk melukai wajah yang masih mulus itu. “Ap—apa yang ingin kau lakukan?” Kekehan Ku semakin membuat Holmes bergerak menjauh, aku mengarahkan pisau yang ada di tanganku ke arah matanya. Siap untuk menusuk bola mata itu jika sewaktu-waktu aku senang untuk melakukannya. “Katakan, berapa orang yang sudah kau bunuh, kecuali 3 orang yang ada di hotelmu itu. Sertakan alasan singkatnya, maka pisau ini tidak akan membuat matamu itu cacat. Jika kau menjawabnya dengan jujur, aku akan keluar dengan damai dan tidak akan melukai secuilpun darimu. Bagaimana? Penawaran yang menarik bukan?” Ciuh—aku tersentak karena tiba-tiba merasakan air yang terasa bau itu dan juga berlendir itu di tanganku. Beruntung aku sempat untuk menghindari ludah si bájingan ini. Dia menyeringai, hendak merebut pisauku karena memang dia terbebas. Jleb “ARGHHH!” Teriak Holmes sembari memegangi matanya yang baru saja aku tusukkan pisauku. Darah membanjiri wajahnya seketika. Aku terkekeh, mencabut pisau itu, dan membuat teriakannya semakin memenuhi isi ruangan. Aku menarik rambutnya dengan kuat, dan ciuh—aku balas meludahi wajahnya , tanpa dia sempat untuk menghindarinya. “Kau sudah diberi kebebasan untuk bertahan selama satu malam, tapi otakmu ini….” Arghhh…aku semakin bersemangat, teriakan karena goresa yang melukai wajahnya itu terlihat membuat seluruh urat nadiku bergetar. Aku ingin lebih, aku ingin mengambil jantungnya, hati dan juga pupilnya. Lalu membuatnya sebagai makanan burung-burung gagak yang tadi sempat menyapaku di tempat pemenggalan. “Lio, ini pisau satu lagi. Aku menyumbangkan punyaku padamu!” Itu suara Yuwen, dan aku menatap ke arah pisau kecil miliknya yang baru saja ditawarkan padaku. “Apa kau yakin ingin mengotorinya?” Wajah Yuwen terlihat tidak yakin, namun dia mengangguk. Aku melempar kepala Holmes dan beranjak untuk mengambil pisau itu. Namun aku berhenti ketika melihat tarikan di kakiku. Aku menatap Holmes yang berlutut. “Tidak, aku bersalah. Tapi aku tidak membunuh siapapun lagi, aku hanya menyėtubuhi wanita itu sebelum mereka membunuhnya. Mereka bertiga itu saling mengenal satu sama lain, pembunuh itu juga berasal dari satu tempat kerja dengan mereka. Motif pembunuhan itu adalah karena hal sepele, ak—aku tidak tahu lagi hal yang lain…ARGHHHH!” Aku menekan tangan itu dengan kuat menggunakan ujung sepatuku. Teriakan Holmes membuat beberapa petugas yang ikut menyaksikan itu sedikit melihatku dengan ngeri. Aku masih tidak puas, kaki terangkat dan hendak menginjak kepala itu. “Mereka itu adalah pembunuh elit dari salah satu organisasi mafia. Dan…dan Shuffle juga bagian dari mereka, dia membocorkan beberapa informasi darimu padaku. Jika kau melihat tangannya terluka saat pemeriksaan di hotelku, kau pasti mendapat kecurigaan dari luka itu. Simpul itu adalah ciri khas mereka, selama ini selalu mengancam ketentraman negeri ini. Aku hanya memakai uang yang mereka tawarkan untuk bertahan hidup..ARGHHHH!” Tanganku baru saja merasakan sesuatu yang lentur, aku menatap Holmes yang berteriak kesakitan di sel nya. Kakiku baru saja membuat matanya pecah. Aku tertawa dan menatapnya, dia masih mampu bertahan. Sebelah matanya melihatku dengan air mata yang membanjirinya, aku berjongkok dan menarik wajahnya yang berlumuran darah, “Apa kau tidak merasa bersalah saat melakukan tindakan zinah itu pada wanita itu? Lalu kau pura-pura tidak tahu dan ingin membodohi kami, apa kau tahu? Aku tidak pernah membiarkan orang yang aku benci untuk hidup dengan tenang. Aku tidak akan membuatmu mati, aku akan membiarkanmu untuk menghirup udara. Tapi tidak dengan melihat, kau tidak pantas untuk melihat keindahan ini!” Jleb—aku meninggalkan jeruji besi itu dengan teriakan Holmes yang tertinggal di dalamnya. Aku berjalan mendekati Yuwen yang sudah menyiapkan air dan juga kain lap. Aku membasuh tanganku yang penuh dengan darah, lalu mengganti mantelku yang terkenal bercak darah dengan mantel yang baru. Yuwen menyiapkan semua yang aku butuhkan. Tidak ada yang berbicara semenjak aku keluar dari sel, “Kenapa kalian diam? Apa kalian baru pertama kali ini melihat interogasi seperti itu?”tanyaku dengan nada jengkel sembari menatap ke arah para pengawal itu. “Kau memang tidak pernah mengecewakanku, nak. Shuffle juga sudah ditahan di sana, apa kau ingin mengunjunginya?” “Tidak, aku tidak ingin mengotori tanganku lagi. Kau bisa melakukan hal yang sama padanya untuk mengungkap apapun yang dia sembunyikan. Jika itu tidak berhasil, ambillah kukunya dan pajang di depannya. Ambil bola matanya dan berikan dia memakannya. Dia akan mengaku apa yang sudah dia perbuat.” “Melihatmu, membuatku mendapatkan ide-ide baru. Terima kasih sudah membantuku untuk memecahkan masalah ini, Mr.Emilio!” Aku tidak menjawab pertanyaan itu sampai akhirnya kami tiba di luar ruangan, sebelum masuk ke dalam mobil. Aku menatap Oliver, “Aku yang seharusnya berterima kasih padamu, paman. Jika dulu kau tidak menyelamatkanku, mungkin aku sudah menjadi nama untuk sekarang. Aku akan kembali ke Hongkong dan semoga aku tidak kembali ke tempat terpencil ini. Aku tidak suka berada di tempat se-kuno ini!” “Hahaha…kau besar di kota-kota besar, nuansa perkotaan itu pasti sudah melekat padamu, nak. Paman masih merasakan besar di desa, jadi nuansa ini sudah sangat nyaman bagiku. Lain kali, aku akan mengunjungimu ke Hongkong. Aku berharap kau sudah menikah atau memiliki anak jika aku berkunjung!” “Aku pergi dulu, terima kasih atas uang yang kau berikan. Itu membantuku kembali lebih cepat daripada waktu yang sudah ditentukan!” “Frank pasti membanggakanmu, tapi jangan sampai Mike mendominasi baginya. Tumpukan daging itu—apa kau masih sering mengatainya begitu?” “Mereka tidak akan pernah akur, paman!”kekeh Yuwen “Kau benar, aku lupa jika ini adalah Yuwen. Si jenius yang tidak akan pernah mengalah. Aku hanya menyarankan, jangan sampai Mike lebih mendominasi dan membuat Frank seperti orang linglung yang hanya bisa mendengar apa yang dia katakan. Aku tidak menyukainya sejak dulu, hanya saja dia orang berada dan memiliki banyak uang, makanya dia masih bisa bertahan di pemerintahan hingga saat ini. Jika kau senggang dan tidak punya mainan, cobalah untuk membuat dia memakan pupil matanya yang kau cabut dari rongga matanya itu, Lio. Itu pasti akan membuat orang tua ini tertawa jika kau benar-benar melakukannya!” “Ide yang bagus, mungkin jika aku tidak terlalu sibuk dan jika dia terlalu menyebalkan. Aku akan melakukan seperti apa yang paman katakan. Saran yang menarik dan mungkin akan berhasil menyingkirkan tumpukan daging itu!” kekehku, ide paman bagus juga. “Aku hanya bercanda, segeralah masuk. Aku rasa Conan sudah menunggumu di rumahnya, aku melihat dia berbelanja di pasar pagi-pagi buta sekali. Orang tua itu pasti merasakan kesepian karena tidak ada lagi yang membuat rumahnya terasa hangat!” Dan, seperti yang paman katakan tadi. Begitu kami tiba di rumah Conan, orang tua itu sudah menyiapkan berbagai jenis makanan. Ini masih sempat, kami akan melakukan perjalanan malam tapi tidak dengan Sam. Dia sudah pergi ke pusat kota lebih dulu, katanya dia masih ada tugas di sini dan tidak bisa berangkat dengan kami. “Masakan Anda selalu yang terbaik, bisa aku membungkus sedikit untuk perjalanan di kereta nantinya?” tanya Yuwen. “Aku sudah menyiapkan bekal kalian, kalian bisa memakannya selama 3 hari di kereta tanpa dingin. Aku menyiapkan tempat yang istimewa untuk kalian!” Conan lekas berlalu dan kembali dengan sebuah benda berbentuk kotak. Dia membukanya, lalu menjelaskan cara menggunakan benda kecil itu. “Ini sangat canggih, kau yang membuatnya sendiri” “Tidak, Lio. Ini adalah temuan dari mendiang istriku dulu, aku pikir aku tidak akan mengenakannya lagi semenjak aku disini. Aku bisa memasak masakan lezat kapanpun aku mau. Kalian bisa menggunakan benda ini, dan dengan begitu, kalian akan terus mengingatku!” Semua perlengkapan sudah selesai, kami sekarang sudah berada di stasiun. Conan ikut untuk mengantar kami dan membawa mobilnya pulang. Sebelum memasuki kereta, dia terlihat sangat sedih. “Kemarilah jika kalian tidak sibuk, aku berhutang nyawa pada kalian. Sapi-sapiku juga akan merindukan kalian.” “Kami pasti akan mengunjungi Anda, kami pergi dulu, kereta sudah tiba!” Begitulah perpisahan kami dengan Conan, dia tidak beranjak dari tempatnya, bahkan setelah kereta bergerak menjauh. Dia tampak seperti orang tua yang baru melepas putri semata wayangnya untuk pergi menuju perantauan. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD