Ch. 17 (HH)

2232 Words

Pagi cerah menyambut Fera dan juga Suzi yang maish berada di atas kasur dengan selimut yang bentuknya sudah tidak beraturan. Keduanya masih sama-sama terpejam begitu Agung membuka gorden di jendela kamar. Seolah apa yang dilakukan Agung bukanlah hal yang bisa menganggu keduanya. Agung yang melihat itu saja hanya bisa menggelengkan kepala. Ia jadi benar-benar seperti sedang memiliki dua istri yang saling akur. Dimana Suzi yang tengah hamil tampak dekat dengan Fera yang menjadi istri pertamanya. Agung jadi tidak bisa menahan tawanya bila mengingat kegilaannya yang selalu bisa menjadi baha candaan ketika dua perempuan itu bangun. “Mas,” lirih Suzi seraya mengucek matanya kecil. Agung yang mendengar itu segera mendekat dan mengusap kepala istrinya. “Di sini, Sayang. Kenapa?” Tanyanya lembu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD