Setelah makan malam yang terlambat, Keana tertidur pulas di ranjang Zayed dengan kelambu menutupinya. Wajah cantiknya terlihat begitu tulus dan lugu, membuat Zayed tak bisa memalingkan tatapannya. Sisi ranjang memberat dan kelambu terbuka ketika Zayed mendudukan diri sambil mengusap kening Keana yang berkerut samar. “Jika kau kembali ke duniamu, aku akan kembali kesepian,” bisik Zayed dengan suara penuh arti. “Dua minggu ini, aku merasa lebih hidup bersamamu. Kau benar-benar wanita asing, ceroboh dan berisik dengan semua ucapan anehmu. Dengan hanya menikahimu, aku bisa melindungi dan memilikimu sepenuhnya.” Keana menggeliat pelan, dan tiba-tiba matanya terbuka. Wanita itu tersenyum kecil pada Zayed, meraih tangan Zayed dan kembali tertidur. “Jika kau bukan dari dunia lain, aku akan menj

