Chapter 22

1831 Words

“Kau akan pergi lagi?” tanya Keana dengan wajah merengut kesal. “Hm... Ada banyak hal yang harus kuurus,” jawab Zayed yang sedang memakai jubah warna hitamnya dengan bordiran indah dari benang berwarna perak. Keana mendekat, mengambil keffiyeh dan egal dari tangan Zayed. Meski wajahnya merengut kesal harus ditinggal lagi, ia tahu apa yang harus dilakukannya. Memakaikan keffiyeh ke kepala Zayed, merapikannya kemudian memasang egal-nya. Setelah selesai, ia menepuk d**a kokoh pria itu sambil merapikan jubahnya. Zayed yang melihat Keana terus merengut dengan wajah kesal pun meraih dagunya dan mendongakkannya hingga mereka bertatapan. “Kenapa kau merengut terus?” “Tidak apa,” jawabnya singkat, dan Zayed tahu itu bohong. “Sudah selesai. Andai saja ada ponsel, aku pasti akan memintamu menghub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD