“Kau kebingungan,” tutur Rasyad akhirnya, sambil tertawa kecil dan melepaskan tangannya ketika melihat wajah kebingungan Keana. “Bagaimana jika sementara kau ikut denganku ke istana? Aku memiliki keponakan, dan dia butuh seorang pengasuh. Hanya sementara, aku akan mencarikan tempat tinggal untukmu.” Ke istana? Itu justru akan lebih dekat dengan Zayed. Keana menggeleng, tapi sesaat ia kebingungan. Jika dia tinggal sementara di istana maka akan lebih sering bertemu dengan Zayed di sana, dan pria itu tidak harus meninggalkan istana lebih sering hanya untuk menemuinya di paviliun. Bisa juga hal ini untuk membalas budi pada Rasyad dengan mengasuh keponakannya, karena pria itu sudah menolongnya. Dengan mantap Keana memutuskan bahwa dia akan ikut dengan Rasyad ke istana, lebih mudah bertemu Zay

