Nasehat

1687 Words

Erland mengetuk-ngetukan jarinya ke meja. Bel istirahat sudah berbunyi, dan sekarang laki-laki itu tengah menunggu Renata. Ia benar-benar malas keluar, namun ada yang harus dibicarakan dengan Ranata-mengenai bundanya. Erland tidak tahu pasti alasan mengapa bundanya sampai menampar Renata, tapi Erland tetap harus meminta maaf. "Lan, kantin gak?" tanya Alvin. "Gak. Lo aja." "Gue ke kantin bentar, nanti balik lagi. Gue harus mastiin lo makan!" Erland mendelik sebal. Gara-gara sang bunda menitipkannya pada Alvin, ia jadi merasa kalau sosok bundanya itu selalu mengikuti. "Gak usah lebay lo. Kayak Bunda aja." "Jangan bandel lo, mau masuk rumah sakit lagi?" "Hai, Lan. Hai, Vin," sapa Renata seraya tersenyum ramah. Erland menghela napas lega. Untunglah gadis itu datang, jika tidak Alvin aka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD