Elena yang tengah menggendong Reina dibuat kaget melihat suaminya dipapah oleh Gilang. Mata Arlan nampak terpejam, dan kernyitan di dahi suaminya itu secara jelas menggambarkan rasa sakit yang coba ditahan Arlan. "Arlan!" Gilang coba menidurkan Arlan di sofa, siapa tahu dengan berbaring Arlan bisa sedikit lebih baik. "El, kamu jagain Arlan di sini, aku mau ambil minum dulu." "Ayah kenapa, Bunda?" Reina menatap bundanya penuh tanya. Elena menggeleng, "Ayah tidur, Rei." Wanita itu segera memanggil asisten rumah tangganya untuk menjaga Reina sementara ia mengurusi Arlan, "Bi, Bibi... " "Iya, Nyonya... " "Ajak Reina main dulu, ya," ujar Elena sembari menyerahkan putri kecilnya. "Minum dulu, Lan," Gilang yang baru saja kembali langsung menyodorkan segelas air pada sahabatnya. Dadanya ber

